Buka konten ini
BINTAN (BP) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan memastikan ketersediaan stok hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah dalam kondisi cukup. Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Bintan, drh Iwan Berri Prima, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap stok hewan kurban, baik sapi maupun kambing, di wilayah Bintan.
Selain mendata jumlah hewan, DKPP Bintan juga melakukan pemantauan kondisi kesehatan hewan di tingkat peternak. Menurutnya, pendataan dan pengawasan kesehatan ini telah dilakukan sejak dua bulan sebelum pelaksanaan Hari Raya Iduladha.
“Kegiatan pendataan dan pengawasan ini akan terus berjalan hingga saat pemotongan hewan kurban,” ujarnya.
Ia menyebutkan, hingga 21 April 2025, jumlah stok hewan kurban di Kabupaten Bintan mencapai 1.428 ekor, terdiri atas 966 ekor sapi dan 462 ekor kambing.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, mengingat pelaksanaan pemotongan hewan kurban masih cukup lama. Selain itu, beberapa peternak saat ini tengah mengurus persyaratan untuk mendatangkan ternak dari luar Bintan.
Lebih lanjut, Iwan menyampaikan bahwa kegiatan pendataan dan pengawasan ini bertujuan memastikan ketersediaan serta kelayakan hewan kurban di Bintan. Hewan yang akan disembelih dipastikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sah sebagai hewan kurban.
“Syaratnya antara lain, hewan harus sehat, tidak cacat, tidak kurus, cukup umur, dan diutamakan hewan jantan,” pungkasnya.
Pemasok Lokal Dukung Kebutuhan”
Sementara, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (DKPP) Karimun, Sukriyanto Jaya Putra, memastikan bahwa pasokan hewan kurban nantinya akan tetap mengutamakan pemasok atau peternak hewan lokal, baik itu kambing maupun sapi.
”Tetap, kita utamakan pemasok atau peternak hewan lokal. Dan, sekarang sudah terbentuk asosiasi peternak, pemasok hewan, dan produk olahan se-Kabupaten Karimun yang siap memasok kebutuhan hewan kurban nantinya,” terang Sukriyanto kepada Batam Pos, Rabu (23/4).
Menurutnya, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Tanjungbalai Karimun terkait prosedur memasukkan hewan dari luar daerah ke Karimun.
”Alhamdulillah, untuk memasukkan hewan kurban tidak ada masalah. Walaupun kewenangannya ada di Provinsi, beberapa waktu lalu pihak Provinsi Kepri merespon baik dan sudah bisa memasukkan hewan kurban dengan beberapa persyaratan,” ujarnya.
Sukriyanto menambahkan bahwa pihaknya hanya memberikan rekomendasi untuk memasukkan hewan kurban, seperti sapi dan kambing, dan pihak Balai Karantina Hewan sangat mendukung upaya ini guna memenuhi kebutuhan hewan kurban tahun ini.
”Pemasokan hewan kurban dari luar daerah melalui asosiasi tersebut dipermudah,” tambahnya.
Terkait dengan permintaan hewan kurban, Sukriyanto belum bisa memastikan adanya peningkatan permintaan dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, selama dua tahun terakhir, permintaan hewan kurban cenderung menurun.
”Selama dua tahun, permintaan hewan kurban menurun. Seperti di tahun 2023, total stok hewan kurban mencapai 1.056 ekor, sementara di tahun 2024 ada 1.244 ekor. Jenis hewan kurban masih didominasi sapi dengan rata-rata di atas 631 ekor per tahun,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu penyedia hewan kurban dan pedagang daging segar sapi, Arifin Saleh Pakpahan, mengungkapkan bahwa pasokan sapi kurban mencukupi. Namun, dia mencatat bahwa tahun lalu jumlah orang yang berkurban berkurang.
”Pada tahun lalu, stok sapi saya ada 25 ekor sapi kurban dengan harga mulai Rp 22 juta hingga Rp 25 juta. Sekarang, baru ada yang bertanya-tanya harga sapi,” katanya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto – TRI HARYONO
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI