Buka konten ini
Anambas (BP) – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami penurunan signifikan pada 2024 lalu, mencapai angka minus 5,96 persen. Kondisi ini dipicu oleh sektor minyak dan gas (migas) yang tidak lagi produktif.
Merespons hal tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Anambas mendorong Pemerintah Kabupaten Anambas untuk segera mengambil langkah nyata guna memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat.
Ketua HIPMI Anambas, La Ode Agus Prianto, menjelaskan bahwa salah satu upaya strategis yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan.
“Banyak pelaku UMKM di Anambas yang aktif dan produktif, namun tidak memiliki aset formal seperti sertifikat tanah atau kendaraan untuk dijadikan jaminan. Karena itu, kami mendorong agar Pemkab Anambas memfasilitasi perbankan agar lebih masif dalam menyalurkan KUR tanpa agunan, sesuai kebijakan pemerintah untuk pinjaman hingga Rp100 juta,” ujar La Ode, Minggu (20/4).
HIPMI Anambas juga siap menjadi penghubung antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan dengan memberikan pendampingan teknis, edukasi literasi keuangan, serta penguatan administrasi usaha.
La Ode berharap, dukungan ini dapat melahirkan lebih banyak pengusaha tangguh di Anambas yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin pelaku usaha lokal naik kelas. KUR tanpa agunan bisa menjadi pintu masuk yang nyata, asalkan disalurkan dengan tepat dan didampingi secara konsisten,” tambahnya.
HIPMI Anambas juga mengajak pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan perbankan untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pembiayaan yang inklusif di wilayah kepulauan, yang masih dihadapkan pada tanta-ngan infrastruktur dan konektivitas. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI