Buka konten ini

Sang ayah menempanya dengan disiplin sejak bakat sepak bola Evandra Florasta tercium dalam usia enam tahun. Mulai menu latihan sampai menu makanan.
TAK hanya pasangan suami-istri Oktamus Silvester-Faridha Mariana yang merasa bangga atas pencapaian Evandra Florasta bersama Indonesia U-17. Tapi, mungkin juga para tetangga.
Sebab, “pengorbanan” mereka tak sia-sia. “Tetangga sepertinya juga risih karena tembok kena der-dor suara bola malam-malam,” canda Oktamus saat ditemui Jawa Pos Radar Malang (grup Batam Pos) di kediamannya di Asrama Brigif 18, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang (8/4).
Personel angkatan darat berpangkat peltu itu memang menggembleng Evandra sedari dini. Sebab, dari usia enam tahun, gelandang yang berperan besar meloloskan Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 itu sudah kentara bakatnya.
Oktamus mengajari sang buah hati dribling, tendangan, hingga lari. Setiap hari, lima kali dalam sepekan, dia mewajibkan Evan latihan lima jam. “Pagi dua jam, siang satu jam sepulang sekolah, lalu sore dua jam, dan malam satu jam,” papar dia.
Sesekali, Evan kecil juga latihan di rumah. Pencetak tiga gol dari dua laga Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 sejauh ini tersebut berlatih menggiring bola dari kamar hingga dapur. Lalu, diteruskan dengan menendang bola ke tembok rumah. Remaja kelahiran 17 Juni 2008 itu berdiri dengan jarak dua meter dari tembok.
Kedisplinan khas tentara juga diterapkan Oktamus kepada Evan terkait makanan. Pemain binaan Bhayangkara Presisi Youth FC itu dituntut disiplin makan seperti apa yang dikonsumsi oleh ayahandanya. Baik dalam hal karbohidrat maupun protein.
“Karena di sekitar sini ada jualan susu segar, kami beli lima liter terus taruh kulkas. Biasanya rebus satu gelas untuk Evan diminum sebelum tidur,” tambahnya.
Tempaan sang ayah itu dirasakan Evan selama empat tahun sebelum kemudian pada 2018 dia didaftarkan ke sekolah sepak bola (SSB). “Untuk SSB pertama kali Evan di SSB Kameta yang latihannya di Lapangan Rampal, Kota Malang,” katanya.
Karena hanya beranggotakan lima pemain saja, belum genap setahun SSB tersebut bubar. Jadilah sejak 2018 hingga 2021, Evan bergabung berbagai SSB. Di antaranya Persema Malang, SRA Sidoarjo, Diklat Malang, hingga ABSA Pasuruan. Dari semua tim tersebut, Evandra tidak pernah menetap. “Ini karena kami memilih tim yang bisa diikuti oleh Evan tanpa menggunakan biaya. Plus agar dia bisa menambah jam terbang dan dikenal oleh berbagai tim,” katanya.
Karena setiap kali dipinjam klub untuk mengikuti turnamen selalu tampil apik, Evan pun pernah dipanggil lagi Persema Malang untuk mengikuti Kuala Lumpur Cup U-13 pada 2022. Di ajang tersebut, Persema menduduki peringkat kedua.
Menjadi pemain “bonbonan” itu dijalaninya hingga mengikuti Seri Nasional Piala Soeratin 2021. Saat itu, timnya, ABSA Pasuruan menghadapi Bhayangkara Presisi Youth FC. Meski kalah adu penalti, talentanya sebagai gelandang tercium oleh tim lawan. Setelahnya dia pun ditarik untuk menjadi bagian dari akademi klub tersebut.
Selama menjalani seleksi untuk bergabung dalam Indonesia U-16, Evan mengaku sempat merasakan lelah karena program latihan begitu berat dan ketat. “Dia pernah mengeluh ke saya, Ma capek. Terus saya balas, kalau nggak mau capek, tidur saja di rumah,” canda Faridha.
Oktamus dan Faridha mengaku sempat kaget ketika Evan dipercaya menjadi eksekutor penalti melawan Korea Selatan U-17 di laga pertama grup C Piala Asia U-17. Sebab, situasinya sangat menegangkan: sudah injury time, kedudukan masih 0-0 pula.
“Kalau Evan gagal, pasti seluruh Indonesia bakal hujat,” tiru Faridha mengikuti ucapan anaknya tentang ketegangan yang dirasakannya ketika itu.
Beruntung, meski eksekusinya ditepis, bola rebound berhasil dia manfaatkan untuk menjadi gol. Garuda Muda menang 1-0, yang menjadi modal semangat saat melumat Yaman U-17 4-1.
Evan mencetak dua gol dalam laga kedua tersebut. Dua kemenangan beruntun itu pun mengantarkan tim asuhan Nova Arianto tersebut melaju ke perempat final sekaligus memastikan tiket ke Piala Dunia U-17.
Faridha dan suami sangat bersyukur atas raihan sang anak. Meski demikian, menghadapi Afghanistan U-17 dini hari nanti mereka tetap meminta Evan fokus. “Jangan pernah menyepelekan lawan,” kata Faridha. (***)
Reporter : MA. Fauzan Al Riyadh Panjaitan
Editor : RYAN AGUNG