Buka konten ini

BATAM (BP) – Proyek pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Perumahan Taman Legenda Bali, Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, dikeluhkan warga. Pekerjaan yang dimulai sejak April 2026 itu disebut tak menunjukkan perkembangan berarti selama hampir tiga bulan, sementara sejumlah bekas galian masih dibiarkan tanpa perapian.
Pantauan Batam Pos di lokasi, Jumat (24/7), sedikitnya terdapat enam titik bekas galian pipa gas yang tersebar di kawasan perumahan. Sebagian besar galian hanya ditutup menggunakan tanah bekas galian tanpa diratakan kembali, sehingga menyisakan permukaan jalan yang tidak rata.
Di kawasan Blok D, misalnya, dua bekas galian tampak tergenang air. Kondisi serupa juga terlihat di persimpangan Blok D dan Blok B. Dua bekas galian lainnya meninggalkan cekungan yang menampung air hujan karena timbunan tanah tidak diratakan secara sempurna.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga. Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, bekas galian yang tidak segera dipulihkan dikhawatirkan memicu penurunan permukaan jalan, membuat tanah menjadi labil, hingga membahayakan pengendara, terutama saat hujan turun.
Ketua RW 13 Baloi Permai, Idris Dogase, mengatakan proyek pemasangan jaringan gas di kawasan tersebut mulai dikerjakan pada 4 April 2026. Tahap awal pekerjaan meliputi penggalian tanah, pemasangan pipa, dan penutupan kembali bekas galian.
Namun, menurutnya, proyek belum sepenuhnya rampung. Masih terdapat tahapan lanjutan berupa penyambungan pipa dari jaringan utama ke masing-masing rumah warga.
”Tapi nanti ada lagi penggalian pipa-pipa itu untuk masuk ke rumah-rumah,” kata Idris kepada Batam Pos.
Ia menyebut keluhan utama warga bukan hanya kondisi bekas galian, tetapi juga lambatnya penyelesaian proyek. Setelah pekerjaan awal dilakukan, aktivitas di lapangan nyaris tidak terlihat lagi. ”Satu bulan dari penggalian, tidak ada progres,” ujarnya. (*)
Reporter : JAMALUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
