Buka konten ini

BINTAN (BP) – Tim SAR Gabungan masih terus berupaya mencari Christina Lindasari, 43, penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 yang diduga terjatuh ke laut dalam pelayaran dari Tanjunguban menuju Tambelan. Memasuki hari ketiga pencarian, Jumat (24/7), korban belum juga ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Eryk Subariyanto, mengatakan hingga saat ini belum ada perkembangan berarti dalam operasi pencarian.
”Daerah pencarian saat ini difokuskan di pesisir pulau-pulau mulai Pulau Mantang, Numbing hingga Telang,” kata Eryk.
Pada hari ketiga operasi, Tim SAR Gabungan memperkuat pencarian dengan mengerahkan KN 543 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban. Kapal tersebut melakukan penyisiran di Perairan Pangkil untuk memperluas area pencarian.
Sementara itu, Camat Tambelan, Asmawi, mengatakan berdasarkan data kependudukan, Christina lahir di Pontianak dan berdomisili di Tanjungpinang. ”Kalau sesuai KTP, beliau ibu rumah tangga,” ujarnya.
Menurut Asmawi, Christina cukup sering bepergian ke Tambelan untuk kepentingan keluarga maupun kegiatan sosial. Salah satunya menyalurkan Alquran ke taman pendidikan Alquran (TPQ) dan sejumlah surau.
”Kebetulan suaminya berasal dari Desa Kampung Melayu, Tambelan,” katanya.
Sebelumnya, Christina dilaporkan hilang setelah KMP Bahtera Nusantara 03 bertolak dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban menuju Tambelan pada Selasa (21/7) sekitar pukul 23.00 WIB.
Keberadaannya baru disadari tidak ada oleh anaknya pada Rabu (22/7) sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah dilakukan pencarian di dalam kapal namun tidak membuahkan hasil, laporan kemudian disampaikan kepada kru kapal sekitar pukul 07.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, nakhoda menginstruksikan seluruh kru menyisir setiap ruangan dan dek kapal, mengumumkan informasi melalui pengeras suara, serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV).
Sesampainya di Pelabuhan Tambelan, pencarian kembali dilakukan secara menyeluruh. Namun hingga kapal selesai bersandar, korban tetap tidak ditemukan sehingga operasi SAR pun dilaksanakan. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY
