Buka konten ini

PEMERINTAH Kabupaten Karimun bergerak cepat menyikapi pemadaman listrik total yang melanda Pulau Karimun. Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengundang jajaran PT PLN (Persero) untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan upaya pemulihan sistem kelistrikan berjalan maksimal.
Pertemuan digelar di rumah dinas bupati, Jumat (24/7), dan dihadiri perwakilan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun serta Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungpinang. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Karimun, Dandim 0317/TBK, dan Danlanal Tanjungbalai Karimun.
Iskandarsyah mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan memperoleh kejelasan terkait penyebab gangguan listrik sekaligus memastikan langkah percepatan pemulihan agar masyarakat dapat kembali menikmati pasokan listrik secara normal.
”Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan terus mengawasi dan memantau perkembangan pascapemadaman total akibat gangguan yang terjadi di luar dugaan. Kami ingin persoalan listrik ini segera tuntas,” ujarnya.
Menurutnya, normalnya pasokan listrik menjadi kebutuhan mendesak karena sangat memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk roda perekonomian.
”Kalau listrik sudah kembali normal, aktivitas masyarakat dan perekonomian juga bisa berjalan sebagaimana mestinya. Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Manajer UP3 PT PLN (Persero) Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menjelaskan secara teknis gangguan utama pada sistem kelistrikan Karimun telah selesai ditangani.
Namun, dua unit mesin di PLTD Bukit Carok masih belum dapat dioperasikan sehingga sistem kelistrikan masih mengalami defisit daya pada malam hari.
”Kalau dua unit mesin PLTD Bukit Carok belum beroperasi, masih ada kekurangan daya pada malam hari. Jika terjadi pemadaman, hanya di beberapa wilayah,” jelasnya.
Terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak, Rully mengatakan PLN akan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Saat ini, PLN tengah melakukan pendataan terhadap pelanggan yang mengalami pemadaman, termasuk durasi padam yang dialami masing-masing pelanggan.
”Kompensasi telah diatur dalam Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025 berupa pengurangan tagihan listrik secara proporsional. Kami sedang melakukan pendataan sesuai ketentuan regulasi, khususnya bagi pelanggan yang mengalami pemadaman melebihi ambang batas waktu,” ujarnya.
Di sisi lain, Manajer PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan, mengatakan pasokan listrik mulai bertambah setelah PLTU Unit 2 Tanjung Sebatak berhasil masuk ke sistem kelistrikan Karimun pada Jumat (24/7) pukul 08.40 WIB.
Dengan tambahan tersebut, daya mampu pembangkit meningkat dari 25 megawatt (MW) menjadi 32 MW.
”Kami terus mengupayakan percepatan peningkatan daya mampu, termasuk peremajaan mesin PLTD berkapasitas 6 MW yang ditargetkan selesai pada awal Agustus 2026,” katanya.
Meski demikian, beban puncak listrik di Karimun saat ini diperkirakan mencapai 35 MW. Artinya masih terdapat defisit sekitar 3 MW.
Karena itu, PLN masih memberlakukan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah pada pukul 17.30 hingga 22.00 WIB untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY
