Buka konten ini

MATARAM (BP) – Seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) Kapal Layar Motor (KLM) Armada Mulya berhasil diselamatkan setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Selat Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (16/7) malam.
Sebanyak 44 orang berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang melibatkan tim gabungan dari Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bima Kota, Satpolairud Polres Bima, Basarnas Bima, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Bima, syahbandar, serta sejumlah instansi terkait.
Kepala Polres Bima Kota AKBP Mubiarto mengatakan operasi penyelamatan berjalan lancar berkat koordinasi seluruh unsur yang terlibat.
“Evakuasi berhasil dilakukan berkat dukungan tim gabungan dari Satpolairud Polres Bima Kota, Satpolairud Polres Bima, Basarnas Bima, KSOP Pelabuhan Laut Bima, syahbandar, serta instansi lain yang turut membantu,” ujarnya, Jumat (17/7).
Insiden bermula ketika KLM Armada Mulya berlayar dari Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, menuju Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Menurut keterangan nakhoda, Muhammad Basir (51), kapal dihantam gelombang besar saat melintasi perairan Teluk Sanggar sekitar pukul 19.00 WITA.
Gelombang yang datang dari arah utara menyebabkan lambung kiri kapal, baik bagian depan maupun belakang, mengalami kerusakan hingga bocor. Air kemudian masuk ke badan kapal dan membuat kapal perlahan tenggelam.
Menghadapi situasi tersebut, nakhoda segera menginstruksikan seluruh penumpang dan ABK mengenakan jaket pelampung sebelum berpindah ke sekoci penyelamat.
Tim gabungan bergerak menuju lokasi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 05.00 WITA menggunakan kapal penyelamat. Seluruh korban kemudian berhasil dievakuasi ke kapal perintis Amukti Palapa sebelum dibawa menuju Pelabuhan Laut Bima.
Sekitar pukul 09.30 WITA, seluruh penumpang tiba dengan selamat di Pelabuhan Laut Bima dan menjalani pemeriksaan kesehatan di KSOP Kelas IV Bima.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh penumpang selamat. Namun, seorang warga negara asing mengalami luka-luka dan dirujuk ke RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara penumpang lainnya ditempatkan di hotel untuk beristirahat.
Mubiarto mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Ia juga mengingatkan seluruh operator kapal dan pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan aspek keselamatan pelayaran, termasuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Perairan Selat Sanggar dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Labuan Bajo. Pada musim angin tertentu, kawasan tersebut kerap mengalami gelombang tinggi sehingga kapal yang melintas diwajibkan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi informasi cuaca dari otoritas pelayaran. (*)
Laporan : ANTARA
Editor : RATNA IRTATIK
