Buka konten ini

ROMA (BP) – Italia kembali dilanda gelombang panas ekstrem. Memasuki fase paling intens pada tahun ini, suhu udara di Pulau Sardinia diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius, memicu kekeringan, krisis pasokan air bersih, hingga pembatasan aktivitas di sejumlah wilayah.
Kantor berita ANSA melaporkan, Selasa (14/7), pemerintah memperluas wilayah siaga cuaca ekstrem di kawasan tengah dan selatan Italia seiring meningkatnya risiko terhadap kesehatan masyarakat.
Jumlah kota yang berstatus Siaga Merah, atau tingkat peringatan tertinggi, meningkat dari dua kota pada Senin (13/7)menjadi empat kota pada Selasa (14/7). Sedikitnya tujuh kota diperkirakan masuk kategori tersebut pada Rabu ini.
Ahli meteorologi memperkirakan suhu di sebagian besar wilayah tengah dan selatan Italia berkisar antara 39 hingga 41 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah pedalaman Pulau Sardinia diprediksi mencatat suhu tertinggi hingga 45 derajat Celsius pada Jumat.
Ahli meteorologi Federico Brescia menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena yang luar biasa karena panas ekstrem telah mendorong batas titik beku (freezing level) hingga berada di atas ketinggian 5.000 meter.
Kota Florence telah berstatus Siaga Merah sejak 8 Juli dan diperkirakan tetap berada pada tingkat risiko tertinggi hingga Rabu. Suhu di kota tersebut berkisar antara 37 hingga 39 derajat Celsius, dengan hawa panas yang sudah terasa sejak dini hari.
Selain Florence, kota Perugia, Brescia, dan Turin juga masuk kategori Siaga Merah. Sementara Bologna, Frosinone, dan Roma diperkirakan menyusul pada Rabu.
Adapun Genoa dan Verona masih berstatus Siaga Oranye karena panas ekstrem dinilai membahayakan kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak.
Di wilayah utara, kawasan Piedmont menghadapi krisis air bersih akibat cuaca panas berkepanjangan dan minimnya curah hujan. Pemerintah daerah bahkan meminta bantuan pasokan air dari wilayah tetangga, termasuk Lembah Aosta dan Kanton Ticino di Swiss, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.
Sekitar 100 munisipalitas di Piedmont telah memberlakukan pembatasan penggunaan air bersih, sementara sebagian warga di kawasan pegunungan bergantung pada distribusi air menggunakan truk tangki.
Gelombang panas juga memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pekerja. Di Florence, para kurir layanan antar makanan dari platform Glovo dan Deliveroo berencana menggelar aksi mogok sebagai protes terhadap kondisi kerja di tengah suhu ekstrem.
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah pemerintah daerah di Italia mulai memberlakukan larangan bekerja di luar ruangan pada jam-jam terpanas untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY
