Buka konten ini
NATUNA (BP) – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Natuna terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas. Selain membekali siswa dengan kemampuan akademik, sekolah juga menyiapkan berbagai keterampilan vokasional agar lulusan memiliki bekal untuk mandiri dan mampu bersaing di dunia kerja.
Kepala SLB Negeri Natuna, Raja Ipulidarni, mengatakan harapan terbesar para orang tua adalah agar anak-anak mereka memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
”Siswa berkebutuhan khusus harus mampu bersaing dengan anak-anak yang berkembang secara normal,” ujar Raja Ipulidarni di Ranai, Senin (13/7).
Ia menjelaskan, proses pembelajaran di SLB Negeri Natuna dirancang sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik sehingga potensi setiap anak dapat berkembang secara optimal.
Saat ini, siswa yang bersekolah di SLB Negeri Natuna berasal dari sejumlah wilayah di Pulau Bunguran Besar, di antaranya Ranai, Batubi Jaya, Kelarik, Cemaga, dan Tanjung.
Sekolah yang dibangun pada 2017 dan mulai beroperasi pada 2018 di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau itu menerapkan kurikulum yang fleksibel.
Materinya mencakup pelajaran akademik, pelatihan keterampilan hidup (life skills), serta pembentukan karakter sesuai jenis disabilitas yang dimiliki siswa, seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, maupun disabilitas intelektual.
”Saat ini kami memiliki 76 siswa dan pada tahun ajaran baru akan bertambah sembilan siswa lagi,” katanya.
Selain pembelajaran di kelas, para siswa juga mengikuti pelatihan keterampilan vokasional sebagai bekal memasuki dunia kerja. ”Pelatihan vokasional di SLB Negeri Natuna meliputi memasak, laundry, dan menjahit,” jelasnya.
Menurut Raja Ipulidarni, pendidikan luar biasa kini semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas. Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus.
Saat ini, SLB Negeri Natuna memiliki 19 guru. Namun, hanya tiga orang yang berlatar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB).
Guru PLB memiliki peran penting dalam memastikan peserta didik penyandang disabilitas memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah terus memberikan pelatihan dan pembekalan bagi guru yang tidak memiliki latar belakang PLB agar kompetensinya dalam mendampingi anak-anak penyandang disabilitas semakin meningkat.
”Harapan kami setiap tahun ada pelatihan dan pembekalan bagi guru yang tidak berlatar belakang PLB agar wawasan dan kemampuan mereka dalam melayani anak-anak disabilitas semakin baik,” pungkasnya. (*)
Reporter : FAIDILLAH
Editor : GUSTIA BENNY