Buka konten ini

TOKYO (BP) – Alwi Farhan membawa misi besar saat tampil di Japan Open 2026. Tunggal putra Indonesia itu membidik gelar pertamanya di level BWF World Tour Super 750 pada turnamen yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 14–19 Juli mendatang.
Pebulu tangkis berusia 21 tahun tersebut datang dengan kepercayaan diri tinggi meski sempat mengalami kelelahan usai mengikuti Australia Open 2026. Kondisi fisiknya kini berangsur pulih dan ia merasa siap kembali bersaing menghadapi para pemain terbaik dunia.
“Alhamdulillah, persiapannya cukup baik. Memang ada beberapa kondisi setelah pulang dari Australia dan saya sempat sakit, mungkin karena kelelahan juga. Masih ada rasa lelah di beberapa bagian tubuh, tetapi progresnya cukup baik dan saya rasa saya siap menghadapi Japan Open dan China Open,” ujar Alwi.
Japan Open menjadi salah satu turnamen bergengsi dalam kalender BWF World Tour. Persaingan ketat dipastikan langsung tersaji sejak babak pertama, termasuk bagi Alwi yang harus menghadapi wakil tuan rumah, Kenta Nishimoto.
Laga tersebut menjadi pertemuan ketiga bagi kedua pemain. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Alwi selalu harus mengakui keunggulan Nishimoto. Meski demikian, ia yakin memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan saat mereka terakhir kali berhadapan.
“Ya, karena ia juga pemain senior. Beberapa kali kami bertemu, tetapi itu terjadi pada tahun lalu. Saya rasa Alwi sekarang berbeda dibanding tahun lalu. Jadi, saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan memberikan performa terbaik,” katanya.
Alwi menilai pengalaman yang diperoleh selama setahun terakhir membuat permainannya semakin matang, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Karena itu, ia optimistis mampu memberikan perlawanan yang lebih sengit sekaligus memutus catatan buruk saat menghadapi Nishimoto.
Di balik fokus menghadapi lawan pada babak pembuka, Alwi juga membawa target jangka panjang yang tidak kalah besar. Ia ingin mengakhiri penantian dengan meraih gelar perdana di level BWF World Tour Super 750, sebuah pencapaian yang akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya.
“Saya memang belum pernah meraih gelar level Super 750. Karena itu, saya masih sangat berambisi untuk memburu gelar tersebut,” ungkapnya.
Ambisi tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa turnamen terakhir, performa Alwi menunjukkan tren positif dengan permainan yang semakin konsisten saat menghadapi pemain-pemain papan atas. Hasil itu menjadi modal berharga untuk bersaing di Japan Open sebelum melanjutkan perjuangan ke China Open.
Jika mampu melewati hadangan Nishimoto, peluang Alwi untuk melangkah lebih jauh di turnamen akan semakin terbuka. Namun, ia memilih tetap fokus menjalani pertandingan satu demi satu tanpa terbebani target yang berlebihan.
Japan Open 2026 menjadi panggung penting bagi Alwi Farhan untuk membuktikan kualitasnya di level elite bulu tangkis dunia. Selain memburu gelar Super 750 pertamanya, turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya siap menjadi salah satu andalan baru tunggal putra Indonesia di kancah internasional. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO