Buka konten ini

BRUSSEL (BP) – Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis pada akhir Juni 2026 memicu lonjakan angka kematian. Data awal Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional (INSEE) mencatat terdapat 2.025 kematian tambahan selama periode tersebut.
Laporan yang dikutip stasiun televisi BFM TV, Jumat (3/7), menyebutkan hampir 9.000 kematian tercatat secara digital di Prancis sepanjang 22 hingga 28 Juni 2026. Namun, angka tersebut merupakan total kematian yang tercatat dalam periode itu, bukan seluruhnya disebabkan oleh gelombang panas.
Lonjakan kematian bertepatan dengan puncak cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Prancis.
Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara karena sertifikat kematian elektronik belum mencakup seluruh laporan kematian di negara itu.
Pemerintah juga mengingatkan agar data tersebut ditafsirkan secara hati-hati karena sistem sertifikat kematian elektronik baru mencakup sekitar 60 persen dari seluruh kasus kematian di Prancis.
Prancis Tambah 30 Ribu Unit AC untuk Rumah Sakit
Mengantisipasi gelombang panas berikutnya, pemerintah Prancis memesan 30 ribu unit pendingin ruangan (air conditioner/AC) yang akan didistribusikan ke rumah sakit di seluruh negeri.
Menurut laporan BFM TV, sekitar 1.000 unit AC akan mulai didistribusikan ke rumah sakit di wilayah Paris hingga akhir pekan ini.
Sambil menunggu distribusi pemerintah, sejumlah rumah sakit di kawasan Paris telah lebih dulu membeli tambahan AC secara mandiri.
”Saya pikir ini sangat penting dan benar-benar diperlukan untuk menghadapi gelombang panas kedua, terutama jika terjadi dalam waktu yang berdekatan,” kata Kepala Departemen Hematologi Rumah Sakit Saint-Louis, Emmanuel Raffoux.
Menurut Raffoux, tubuh manusia membutuhkan waktu untuk pulih setelah terpapar suhu ekstrem. Karena itu, pasien yang masih menjalani perawatan berisiko kembali terdampak apabila gelombang panas kedua datang dalam waktu dekat.
Pada gelombang panas pekan lalu, suhu di beberapa ruang perawatan rumah sakit dilaporkan mencapai 32 derajat Celsius. Kondisi tersebut mendorong rumah sakit mempercepat pengadaan pendingin ruangan. Jaringan Rumah Sakit Umum Paris (AP-HP) menyatakan telah memasang dan membeli sekitar 800 unit AC sejak akhir musim panas 2025 hingga pertengahan 2026. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY