Buka konten ini

PHNOM PENH (BP) – Pemerintah Kamboja kembali membatalkan penyelenggaraan Festival Air tahunan di ibu kota Phnom Penh untuk tahun kedua berturut-turut. Festival yang semula dijadwalkan berlangsung pada 23–25 November 2026 itu ditiadakan karena pemerintah memprioritaskan penanganan sejumlah isu nasional.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Perdana Menteri Hun Manet dan dipublikasikan pada Rabu (1/7).
Dalam surat edaran itu disebutkan, pembatalan dilakukan menyusul perubahan prioritas nasional, termasuk persoalan di kawasan perbatasan, kebutuhan masyarakat, serta bantuan bagi warga yang mengungsi.
Meski acara utama di Phnom Penh dibatalkan, pemerintah tetap mengizinkan perayaan Festival Air di tingkat provinsi sesuai tradisi dan kearifan lokal masing-masing daerah.
Pemerintah Kamboja juga memastikan libur nasional selama tiga hari yang bertepatan dengan perayaan tersebut tetap berlaku bagi pegawai negeri maupun karyawan swasta.
Festival Air merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Kamboja. Setiap tahun, perayaan ini biasanya menarik ratusan ribu warga dari berbagai provinsi untuk memadati Phnom Penh dan menyaksikan perlombaan perahu tradisional di Sungai Tonle Sap, tepat di depan Istana Kerajaan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY
