Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Peran perempuan dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat dominan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 64,5 persen dari 65,5 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan.
Artinya, jumlah perempuan berwirausaha mencapai sekitar 37 juta orang yang mayoritas berada pada skala mikro.
Namun, kontribusi setiap unit usaha masih rendah. Sebagian besar pelaku UMKM belum mampu menembus pasar ekspor.
Di sisi lain, tantangan besar juga dihadapi pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada 2026 menyebutkan lebih dari 85 persen UMKM belum pernah menerima kredit.
Hambatan utama meliputi tingginya bunga, ketiadaan agunan, serta minimnya pemahaman tentang prosedur pengajuan kredit.
Di tengah tantangan tersebut, upaya pemberdayaan dengan pendampingan usaha, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi dinilai kunci meningkatkan kapasitas UMKM perempuan.
Salah satunya lewat ajang SisBerdaya dan DisBerdaya. Program ini memberdayakan pelaku UMKM perempuan dan perempuan penyandang disabilitas dengan fokus pada teknologi untuk memperkuat usaha dan mendorong kesetaraan ekonomi.
Tahun ini, program SisBerdaya dan DisBerdaya memperluas jangkauan ke wilayah baru seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, dan Sulawesi Tengah (Sulteng).
”Kami percaya teknologi dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya secara ekonomi,” kata CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara kepada wartawan, Selasa (30/6).
ince menegaskan, melalui SisBerdaya dan DisBerdaya ingin memastikan para pelaku UMKM tidak hanya sekadar memiliki akses terhadap teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara cakap dan produktif untuk mengembangkan bisnis mereka.
Berdasarkan evaluasi finalis 2023–2025, peserta mencatat rata-rata peningkatan pendapatan 113 persen dan pertumbuhan produksi 126 persen dalam enam bulan setelah ikut program.
Melanjutkan dampak tersebut, pada Selasa (30/6) diumumkan 35 pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya 2026.
Mereka terpilih dari lebih 6.800 pendaftar dari seluruh Indonesia dan mendapat uang tunai ratusan juta rupiah untuk pengembangan usaha dan teknologi.
Ke-35 finalis akan mengikuti pelatihan dan pendampingan intensif yang mencakup pengembangan bisnis, pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) untuk UMKM, dan penguatan literasi keuangan guna meningkatkan kesejahteraan finansial. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
