Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pertumbuhan tabungan pelajar di perbankan nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya literasi keuangan, penetrasi layanan digital, dan penguatan program inklusi keuangan bagi peserta didik.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga kuartal I (Q1) 2026 jumlah rekening tabungan pelajar telah mencapai 59,03 juta rekening dengan total simpanan sebesar Rp 29,13 triliun.
Secara tahunan atau year on year (yoy), jumlah rekening tersebut masih tumbuh 1,25 persen, menunjukkan minat masyarakat untuk mengenalkan kebiasaan menabung sejak dini terus meningkat.
Peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai bank yang menyediakan produk Simpanan Pelajar (SimPel). Produk tabungan ini dirancang khusus bagi siswa dengan persyaratan yang mudah, setoran awal ringan, serta biaya administrasi yang minim sehingga lebih mudah diakses oleh anak-anak usia sekolah.
Selain menjadi tempat menyimpan uang, SimPel juga menjadi sarana edukasi bagi anak untuk mulai memahami pentingnya mengelola keuangan, menyusun tujuan menabung, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini.
Berikut sejumlah bank yang memiliki produk Simpanan Pelajar, dirangkum JawaPos.com, Kamis (23/7).
1. Bank Mandiri
Bank Mandiri terus mencatat pertumbuhan positif pada produk Tabungan SimPel. Hingga Desember 2025, jumlah rekening SimPel mencapai 928 ribu rekening, meningkat 19,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam kurun 2021–2025, rata-rata pertumbuhan mencapai 117 ribu rekening per tahun dengan laju pertumbuhan sekitar 19,3 persen. Tren tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Maret 2026, jumlah rekening telah mencapai 966 ribu rekening, atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Total saldo Tabungan SimPel di Bank Mandiri mencapai Rp 354 miliar dengan rata-rata saldo sekitar Rp 366 ribu per rekening. Capaian tersebut menunjukkan semakin banyak pelajar yang mulai memanfaatkan rekening tabungan sebagai sarana belajar mengelola keuangan.
2. CIMB Niaga
CIMB Niaga, melalui Program Ayo Menabung dan Berdonasi (AMDB) serta TDB, Bank memperkenalkan produk tabungan pelajar kepada generasi muda. Program ini merupakan bentuk dukungan Bank terhadap Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sepanjang 2025, program tersebut berhasil membuka 4.125 rekening tabungan baru dengan total donasi mencapai Rp426,55 juta. Pada 2025, program literasi keuangan menghadirkan inisiatif baru berupa Savings Habit Competition. Program ini bertujuan mendorong terbentuknya perilaku menabung yang berkelanjutan di kalangan anak-anak. Kompetisi tersebut tidak menitikberatkan pada besarnya saldo tabungan, melainkan pada konsistensi peserta dalam menabung dan kebiasaan positif yang berhasil dibangun.
Program ini ditujukan bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah, dengan 30 pemenang terpilih. Setiap pemenang memperoleh tambahan dana tabungan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan saldo tabungannya dan membangun kebiasaan menabung secara rutin demi masa depan yang lebih baik.
3. Bank Jakarta
Bank Jakarta berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan dari sisi jumlah rekening pelajar dengan mengalami pertumbuhan rekening pelajar sebesar 6 persen secara yoy, naik dari 2,2 juta rekening per Juli 2024 menjadi 2,3 juta rekening per Juli 2025, bertambah 130 ribu rekening.
Selain itu, Bank Jakarta aktif mengakuisisi sekolah untuk memperluas kepemilikan rekening pelajar. Sampai dengan Juli 2025, Bank Jakarta telah mengakuisisi 3.514 sekolah, dengan rata-rata jumlah akuisisi 2.500 rekening pelajar baru setiap bulan selama periode penilaian. Jenjang yang dijangkau mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK/MA.
4. BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan inklusi dan literasi keuangan nasional. Produk ini ditujukan bagi peserta didik mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA atau sederajat.
Tabungan SimPel BRI menawarkan setoran awal yang ringan, tanpa biaya administrasi bulanan, serta persyaratan pembukaan rekening yang sederhana. Melalui kerja sama dengan sekolah, BRI juga aktif mendorong pelajar untuk mulai mengenal layanan perbankan dan membangun kebiasaan menabung sejak dini.
5. BTN
Bank BTN menyediakan Tabungan BTN SimPel yang dirancang khusus bagi pelajar sebagai sarana edukasi sekaligus penghimpunan dana sejak usia sekolah. Produk ini merupakan bagian dari dukungan BTN terhadap program inklusi keuangan nasional.
Tabungan BTN SimPel memiliki persyaratan pembukaan rekening yang mudah dengan setoran awal yang terjangkau. Melalui kerja sama dengan berbagai sekolah, BTN terus memperluas akses layanan tabungan bagi peserta didik agar budaya menabung dapat tumbuh sejak dini.
6. BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga memiliki produk BNI Simpanan Pelajar (SimPel) yang diperuntukkan bagi siswa aktif di berbagai jenjang pendidikan.
Produk ini memberikan kemudahan bagi pelajar untuk memiliki rekening tabungan dengan biaya yang ringan. Selain menyediakan layanan tabungan, BNI juga secara rutin menggelar edukasi literasi keuangan melalui berbagai kegiatan di sekolah sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelajar terhadap pengelolaan keuangan.
7. BCA
Bank Central Asia (BCA) menghadirkan Simpanan Pelajar (SimPel) bagi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA atau sederajat. Produk ini menawarkan setoran awal yang terjangkau dan bebas biaya administrasi bulanan. Pembukaan rekening dapat dilakukan melalui kerja sama antara BCA dan sekolah sehingga memudahkan siswa memiliki rekening tabungan sebagai bagian dari pembelajaran literasi keuangan.
8. BSI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyediakan BSI Tabungan SimPel iB, yaitu produk tabungan berbasis syariah yang diperuntukkan bagi pelajar.
Tabungan ini menggunakan prinsip syariah dengan persyaratan pembukaan rekening yang sederhana serta setoran awal yang ringan. Selain mendukung program literasi dan inklusi keuangan, BSI juga memperkenalkan konsep pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah kepada pelajar sejak usia dini. (*)
Laporan: JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI
