Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemerintah Kota Batam menargetkan penyelenggaraan FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger Batam 2026 tidak hanya sukses di lapangan, tetapi juga menjadi momentum besar untuk mengangkat Batam sebagai destinasi sport tourism sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. Turnamen basket 3×3 bergengsi yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Centre, pada 23–26 Juli 2026 itu diharapkan menjadi etalase kemampuan Batam sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh masyarakat memadati arena pertandingan untuk memberikan dukungan kepada para pebasket terbaik dari berbagai negara. Menurutnya, antusiasme masyarakat akan menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan sekaligus memperlihatkan kepada dunia bahwa Batam mampu menggelar event olahraga internasional dengan standar tinggi.
Ajakan tersebut disampaikan Amsakar saat menerima panitia penyelenggara FIBA 3×3 Batam 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/7). Ia menegaskan, kepercayaan yang diberikan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) kepada Batam merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperkuat citra kota sebagai penyelenggara berbagai event berskala global.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Batam untuk hadir dan menyaksikan pertandingan ini. Mari kita bersama-sama memberikan dukungan sekaligus menunjukkan bahwa Batam mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi event internasional,” kata Amsakar.
Menurutnya, kesuksesan sebuah kejuaraan dunia tidak hanya ditentukan oleh kualitas pertandingan di dalam lapangan. Pelayanan kepada atlet, ofisial, delegasi, hingga wisatawan mancanegara juga menjadi penilaian penting yang akan menentukan kesan mereka terhadap Batam.
Karena itu, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam terus memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat terpenuhi dengan baik. Mulai dari kesiapan arena pertandingan, dukungan infrastruktur, transportasi, hingga aspek pelayanan kepada seluruh peserta menjadi perhatian serius agar kejuaraan berlangsung tanpa hambatan.
“Kami mendorong dan memfasilitasi tim penyelenggara untuk mempersiapkan sarana dan prasarana serta perhelatan sebaik mungkin. Mari kita tunjukkan sebagai tuan rumah yang baik dengan kesiapan penyelenggaraan dan hospitality yang elegan dalam menyambut serta berinteraksi dengan para peserta,” ujarnya.
Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepulauan Riau beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan turnamen internasional tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan FIBA 3×3 bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Batam, tetapi juga membuka ruang bagi atlet Indonesia untuk merasakan atmosfer persaingan kelas dunia di hadapan publik sendiri.
Lebih dari itu, ia optimistis kejuaraan ini akan memperkuat peluang Batam menjadi salah satu kota tujuan penyelenggaraan berbagai event olahraga internasional pada masa mendatang.
Amsakar menilai dampak penyelenggaraan FIBA 3×3 akan jauh melampaui hasil pertandingan. Kehadiran ratusan atlet, ofisial, delegasi, serta wisatawan dari berbagai negara diyakini mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.
Sektor perhotelan, transportasi, restoran, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperkirakan akan ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata selama turnamen berlangsung. Industri ekonomi kreatif pun diharapkan memperoleh peluang baru melalui berbagai kegiatan pendukung yang digelar di sekitar arena pertandingan.
Dengan demikian, FIBA 3×3 Batam 2026 tidak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga menjadi instrumen promosi daerah yang mampu memperkenalkan Batam kepada komunitas olahraga internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, Ketua Local Organizing Committee (LOC) FIBA 3×3 Women’s Series & Challenger Batam 2026, Suhadi, memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan telah rampung. Arena pertandingan di Dataran Engku Putri kini telah siap digunakan untuk sesi latihan resmi seluruh peserta sebelum kompetisi dimulai.
“Kami sudah merampungkan persiapan. Arena sudah bisa digunakan untuk latihan resmi. Kami mengajak masyarakat Batam dan Kepulauan Riau datang menyaksikan pertandingan basket kelas dunia ini,” ujar Suhadi. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
