Buka konten ini
ASSEN (BP) – Pembalap Trackhouse Aprilia Racing, Ai Ogura, mencetak sejarah dengan menjuarai MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Minggu (28/6) malam WIB. Kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang Jepang selama 22 tahun untuk kembali memiliki pemenang balapan di kelas utama MotoGP.
Ogura tampil gemilang dalam balapan sepanjang 26 lap. Pembalap berusia 25 tahun itu finis terdepan, mengungguli rekan setimnya, Raul Fernandez, sementara pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, melengkapi podium di posisi ketiga. Hasil tersebut sekaligus menghadirkan dominasi Aprilia dengan menyapu tiga posisi teratas.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Ogura. Ia tercatat sebagai pembalap Jepang pertama yang meraih kemenangan di kelas utama MotoGP sejak Makoto Tamada melakukannya pada musim 2004 melalui seri Brasil dan Jepang.
Selama lebih dari dua dekade, tidak ada lagi pembalap Jepang yang mampu berdiri di podium tertinggi MotoGP. Kini, Ogura berhasil memutus penantian tersebut sekaligus menorehkan salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
Meski memulai balapan dari posisi kedua di belakang Jorge Martin, Ogura sempat mengalami kesulitan pada lap-lap awal. Ia bahkan tercecer hingga posisi keenam sebelum perlahan menemukan ritme balapnya. Memasuki pertengahan lomba, Ogura mulai melakukan manuver demi manuver. Pada lap ke-18, ia merebut posisi kedua setelah melewati Martin. Tiga lap kemudian, tepatnya pada lap ke-21, Ogura mengambil alih pimpinan lomba usai menyalip Raul Fernandez.
Sejak memimpin balapan, Ogura tampil konsisten dan tidak memberi kesempatan kepada para rivalnya untuk merebut kembali posisi terdepan hingga bendera finis dikibarkan. Usai balapan, Ogura mengaku sulit menggambarkan perasaannya setelah akhirnya meraih kemenangan perdana di kelas utama MotoGP.
“Ini luar biasa. Saya tidak ingin banyak bicara karena rasanya memang tidak banyak yang bisa dikatakan,” ujar Ogura, dikutip dari Speedweek, Senin (29/6).
“Maksud saya, bisa memenangkan balapan saja sudah luar biasa. Saya sangat bahagia untuk orang-orang di sekitar saya. Dan terima kasih kepada semuanya,” lanjutnya.
Ogura juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukungnya di Jepang yang terus memberikan dukungan sepanjang perjalanan kariernya. “Saya akan terus berusaha keras mulai balapan berikutnya, jadi saya berharap kalian tetap memberikan dukungan kepada saya,” kata Ogura.
Perjalanan Panjang Menuju Puncak
Kesuksesan di Assen menjadi buah dari perjalanan panjang Ogura di dunia balap. Ia mengawali karier dari ajang karting sebelum beralih ke balap motor dan berkembang melalui berbagai kompetisi junior seperti Moto4 Asia Cup serta FIM CEV Moto3 Junior bersama Honda.
Pada 2018, Ogura mendapat kesempatan tampil sebagai wildcard di Moto3 bersama Honda Team Asia sebelum menjalani musim penuh pada 2019. Ia menutup Moto3 2020 di posisi ketiga klasemen dan promosi ke Moto2 bersama tim yang sama pada musim berikutnya.
Di Moto2 2022, Ogura nyaris menjadi juara dunia setelah bersaing ketat dengan Augusto Fernandez. Namun, ia harus puas mengakhiri musim sebagai runner-up. Performanya sempat menurun pada 2023 dengan finis di peringkat kesembilan klasemen.
Kariernya kembali menanjak ketika memutuskan bergabung dengan MT Helmets-MSI pada musim 2024. Bersama tim tersebut, Ogura sukses merebut gelar juara dunia Moto2 dan menjadi pembalap Jepang pertama yang menjuarai kelas tersebut sejak Hiroshi Aoyama pada 2009.
Prestasi itu mengantarkannya promosi ke MotoGP bersama Trackhouse Aprilia Racing pada musim 2025. Pada musim debutnya, Ogura menutup kejuaraan di posisi ke-16 klasemen akhir. Namun, memasuki musim 2026, performanya berkembang pesat dan mulai menjadi salah satu penantang papan atas.
Kemenangan di MotoGP Belanda menjadi bukti nyata peningkatan tersebut. Berkat konsistensinya sepanjang musim, Ogura kini menempati posisi keempat klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 168 poin, hanya terpaut 25 angka dari Jorge Martin yang memimpin klasemen.
Penampilan impresifnya juga membuat nama Ogura mulai ramai dikaitkan dengan bursa transfer MotoGP 2027. Sejumlah laporan menyebut pembalap Jepang itu telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Monster Energy Yamaha pada musim depan dan diproyeksikan menjadi tandem Jorge Martin apabila kepindahan sang juara dunia ke tim pabrikan Jepang tersebut benar-benar terwujud. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
