Buka konten ini

GUADALAJARA (BP) – Laga Kolombia kontra Republik Demokratik Kongo di Stadion Guadalajara, Meksiko, Rabu (24/6) pukul 06.30 WIB diprediksi menjadi salah satu duel paling ketat di Grup K Piala Dunia 2026.
Kedua tim datang dengan modal positif dari laga pembuka dan sama-sama membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Kolombia berada di atas angin setelah menang 3-1 atas Uzbekistan. Hasil itu menempatkan tim asuhan Nestor Lorenzo di puncak klasemen sementara Grup K. Efektivitas lini serang serta kemampuan memanfaatkan peluang menjadi kunci permainan Kolombia sejauh ini.
Sementara itu, Kongo tampil mengejutkan dengan menahan imbang Portugal 1-1 pada laga pertama.
Hasil tersebut menjadi sinyal kuat bahwa tim Afrika itu tidak bisa dipandang sebelah mata, meski baru kembali tampil di Piala Dunia setelah lebih dari lima dekade.
Situasi klasemen membuat laga ini krusial. Kolombia membutuhkan kemenangan untuk mempertahankan posisi teratas, sedangkan Kongo berpeluang melesat ke puncak jika mampu mencuri tiga poin.
Dengan kondisi tersebut, tempo pertandingan diperkirakan langsung tinggi sejak awal laga.
Dari kubu Kolombia, Nestor Lorenzo diperkirakan tetap mengandalkan James Rodriguez sebagai motor serangan. Gelandang senior itu menjadi kunci dalam mengatur ritme permainan dan distribusi bola ke lini depan.
Luis Díaz akan menjadi ancaman utama dari sisi sayap dengan kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu. Kolombia diprediksi tetap mengusung permainan penguasaan bola dengan pressing tinggi. Namun mereka juga dituntut disiplin dalam transisi bertahan untuk mengantisipasi serangan balik cepat Kongo.
Di sisi lain, Kongo besutan Sebastien Desabre diperkirakan kembali tampil dengan skema lima bek yang rapat dan disiplin.
Chancel Mbemba menjadi poros utama lini belakang yang bertugas meredam tekanan Kolombia. Dalam serangan balik, Cedric Bakambu akan menjadi tumpuan utama dengan mengandalkan kecepatan dan ketajaman di ruang sempit.
Sementara Arthur Masuaku diharapkan menjadi penghubung transisi cepat dari bertahan ke menyerang melalui sisi sayap. Laga ini diprediksi berjalan taktis, dengan adu strategi di lini tengah menjadi penentu utama.
Pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo, menilai Kongo sebagai tim yang sangat terorganisir dan kuat dalam bertahan rendah.
Ia menekankan bahwa kunci Kolombia adalah kesabaran dalam membongkar pertahanan lawan serta menjaga keseimbangan agar tidak mudah terkena serangan balik.
Di sisi lain, Kongo datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil mengejutkan melawan Portugal.
Momentum kebangkitan setelah lama absen di Piala Dunia menjadi modal penting bagi mereka untuk kembali menciptakan kejutan.
Dengan karakter berbeda, Kolombia mengandalkan dominasi bola, Kongo bertumpu pada organisasi dan serangan balik, laga ini diprediksi ditentukan oleh efektivitas di depan gawang. (*/ANTARA)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK