Buka konten ini

BATAM (BP) – Seorang anak laki-laki bernama Azzahra Ruknuddin Baibas alias Ibas, 4, dilaporkan hanyut setelah terjatuh ke dalam saluran drainase atau gorong-gorong di kawasan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Senin (22/6) pagi. Hingga Senin siang, bocah tersebut masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Batam sejak pagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Blok E, Tanjungsengkuang, tepatnya di wilayah RW 12 RT 04, dan diketahui sebagai anak dari penjaga masjid setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batam pada pukul 10.55 WIB.
”Korban diketahui terjatuh dan hanyut ke gorong-gorong di kawasan Tanjungsengkuang atau sekitar Pelabuhan Pendi. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian,” ujar Dedius.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu korban sedang bermain di sekitar rumahnya ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Arus air di saluran drainase dilaporkan cukup deras akibat tingginya curah hujan.
Menurut keterangan ibu korban, Chatarina, anaknya sedang bermain di sekitar parit dan tidak lama kemudian terseret arus. Korban diduga terbawa aliran air hingga mengarah ke laut.
Warga yang mengetahui kejadian itu sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun, hingga laporan diterima petugas, korban belum berhasil ditemukan.
Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung mengerahkan enam personel tim rescue ke lokasi. Tim berangkat menggunakan Rescue Car Type II dengan membawa satu unit perahu karet dan sejumlah peralatan pendukung pencarian.
”Pada pukul 11.10 WIB tim rescue bergerak menuju lokasi kejadian dan diperkirakan tiba di area pencarian sekitar pukul 11.45 WIB. Saat ini pencarian masih terus dilakukan bersama unsur SAR gabungan,” kata Dedius.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Batam, Polairud Polda Kepri, Satpolairud Polresta Barelang, TNI AL Batam, BPBD Kota Batam, Tagana Batam, serta masyarakat setempat.
Tim SAR juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung, seperti rubber boat, AquaEye untuk deteksi bawah air, perangkat komunikasi, responder bag, dan peralatan evakuasi lainnya.
Kapolsek Batuampar AKP Amru Abdullah membenarkan adanya laporan seorang anak yang hanyut di kawasan Tanjungsengkuang. Menurutnya, personel kepolisian bersama tim SAR dan warga masih melakukan pencarian secara intensif.
”Iya benar, ada anak yang dilaporkan hanyut di parit kawasan Tanjungsengkuang. Saat ini anggota bersama tim SAR dan warga masih melakukan pencarian,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh dari warga menyebutkan saluran drainase tempat korban hanyut terhubung langsung ke laut.
Karena itu, tim gabungan memperluas area pencarian dengan menyisir sepanjang aliran parit hingga ke muara, sekaligus menelusuri bagian hulu untuk memastikan kemungkinan korban tersangkut di sepanjang aliran.
Saat operasi pencarian berlangsung, kondisi cuaca di lokasi masih dilaporkan hujan disertai petir dengan kecepatan angin berkisar 0 hingga 13 knot dari arah selatan.
Dedius mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat cuaca ekstrem dan hujan deras. Sebab, saluran drainase maupun gorong-gorong dapat menjadi sangat berbahaya ketika debit dan arus air meningkat.
”Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat cuaca ekstrem dan hujan deras karena saluran drainase maupun gorong-gorong dapat menjadi sangat berbahaya akibat arus yang kuat,” tutupnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO