Buka konten ini

PELATIH tim nasional Turki Vincenzo Montella mengaku kecewa setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Australia pada laga Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Kanada, Minggu (14/6).
Montella menilai Arda Güler dan rekan-rekan sejatinya mampu mengendalikan permainan, namun gagal memaksimalkan peluang di depan gawang lawan.
“Kami sangat sedih. Namun kami tahu masih ada waktu untuk bangkit di fase grup,” ujar Montella, dikutip dari laman FIFA seusai pertandingan.
Secara statistik, Turki tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 57 persen. Tim berjuluk Bulan Sabit itu bahkan melepaskan 30 percobaan tembakan, delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Australia hanya mencatatkan sembilan tembakan dengan empat yang tepat sasaran.
Meski demikian, dominasi tersebut tak berbuah gol. Montella menilai lemahnya penyelesaian akhir menjadi faktor utama kegagalan timnya meraih hasil positif.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak cukup efektif untuk mengonversinya menjadi gol,” ujarnya.
Dalam pertandingan itu, Turki beberapa kali menekan lini pertahanan Australia dan menciptakan peluang berbahaya. Namun, barisan belakang Socceroos tampil disiplin dan mampu meredam gelombang serangan yang dibangun Güler dan kawan-kawan.
Sebaliknya, Australia bermain lebih efisien. Mereka mencetak gol pembuka melalui Nestory Irankunda pada menit ke-27, lalu menggandakan keunggulan lewat Connor Metcalfe pada menit ke-75.
Kemenangan tersebut mengantarkan Australia ke posisi kedua klasemen sementara Grup D dengan koleksi tiga poin. Perolehan poin mereka sama dengan tuan rumah Amerika Serikat yang memimpin grup berkat keunggulan selisih gol.
Turki dan Paraguay masih berada di posisi ketiga dan keempat setelah sama-sama menelan satu kekalahan.
Puji Kerja Keras Pemain
Pelatih Australia Tony Popovich memuji kerja keras anak asuhnya usai menundukkan Turki 2-0. Ia menyebut seluruh pemain mampu menjalankan rencana pertandingan dengan disiplin.
“Kami mencoba membimbing dan mendukung para pemain, dan mereka tampil luar biasa,” kata Popovich.
Ia menambahkan, kemenangan tersebut tak lepas dari strategi yang berhasil meredam permainan menyerang Turki. Meski lawan melepaskan 30 tembakan, sebagian besar mampu diamankan dengan baik oleh kiper Australia Patrick Beach.
Sementara itu, Irankunda mengungkapkan kemenangan tersebut terasa istimewa karena Australia datang sebagai tim nonunggulan.
“Itu menjadi motivasi tambahan. Kami tidak suka dipandang sebelah mata, karena kami adalah tim yang hebat,” ujarnya.
Hasil ini membuat persaingan di Grup D semakin ketat, dengan Australia dan Amerika Serikat sama-sama mengoleksi tiga poin, sementara Turki dan Paraguay dituntut bangkit pada laga berikutnya. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR