Buka konten ini

PARIS (BP) – Kekalahan 6-3, 5-7, 0-6 oleh Diana Shnaider dalam perempat final grand slam French Open di Roland Garros, Paris, Rabu (3/6) waktu setempat, terasa menyakitkan bagi Aryna Sabalenka. Petenis putri ranking pertama dunia itu sampai ingin meninggalkan tenis.
Bukan hanya terkena bagel di set ketiga, Sabalenka juga harus kehilangan sepuluh game secara beruntun sebelum mengakhiri pertandingan dengan kekalahan. Situasi yang bahkan sulit dijelaskan oleh petenis 28 tahun asal Belarus tersebut.
”Tidak ada pikiran, tidak ada emosi. Saya hanya ingin berhenti bermain tenis sekarang,” ujar Sabalenka usai pertandingan seperti dikutip dari The Guardian. ”Secara mental saya masuk ke lubang yang sangat dalam dan gelap. Saya tidak bisa kembali menemukan permainan saya,” imbuhnya.
Selain menyesali penampilannya, Sabalenka juga mengkritik keputusan penyelenggara yang membiarkan atap Court Philippe-Chatrier tetap terbuka saat angin bertiup kencang. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pertandingan berjalan semakin sulit.
”Saya tidak tahu mengapa mereka membiarkan (atap) tetap terbuka. Meskipun saya sedang unggul, permainan tenis saya sangat berantakan. Saya tidak tahu bagaimana orang-orang bisa duduk di sana dan menonton saya bermain,” keluhnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO