Buka konten ini

BATAM (BP) – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti kedatangan kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji Debarkasi Batam di Bandara Internasional Hang Nadim, Senin (1/6). Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, sebanyak 442 jemaah dan petugas tiba dengan selamat di Batam.
Tangis bahagia pecah saat sejumlah jemaah bertemu kembali dengan keluarga yang telah menanti kepulangan mereka. Wajah-wajah lelah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi bercampur dengan rasa syukur karena akhirnya dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.
Kepulangan Kloter BTH-01 menandai dimulainya proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Batam musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Batam, Muhammad Syafi’i, mengatakan kloter pertama semula berjumlah 445 orang. Namun, tiga jemaah tidak ikut kembali bersama rombongan.
“Alhamdulillah Kloter BTH-01 telah tiba di Batam. Seluruh jemaah menjalani proses imigrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum menuju Asrama Haji Batam,” ujar Syafi’i.
Menurut dia, layanan khusus telah disiapkan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas sejak tiba di Bandara Hang Nadim. Jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas difasilitasi menggunakan kursi roda maupun ambulans menuju Asrama Haji Batam.
Kloter pertama Debarkasi Batam merupakan gabungan jemaah asal Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga. Setibanya di Batam, seluruh jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan, proses keimigrasian, serta pengambilan bagasi.
Khusus jemaah asal Batam diperbolehkan langsung pulang ke rumah masing-masing setelah menerima bagasi dan air zamzam. Sementara jemaah asal Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga bermalam terlebih dahulu di Asrama Haji Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal pada Selasa (2/6).
Di balik suasana suka cita tersebut, kepulangan kloter pertama juga diwarnai kabar duka. Dari total 445 anggota kloter, satu jemaah atas nama Ahmad Pajar wafat di Arab Saudi. Selain itu, dua jemaah lainnya, Latifah dan Siti Rahil, masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga belum dapat pulang bersama rombongan.
Berdasarkan laporan operasional pemulangan, pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV5120 lepas landas dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (1/6) dini hari waktu setempat dengan membawa 442 penumpang dan 445 bagasi.
Satu bagasi tercatat milik Ahmad Pajar yang wafat di Tanah Suci, sedangkan dua bagasi lainnya merupakan milik Latifah dan Siti Rahil yang masih dirawat.
Sebelumnya, rombongan Kloter BTH-01 diberangkatkan dari pemondokan di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5) malam waktu Arab Saudi. Prosesi pelepasan dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, didampingi Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal.
“Alhamdulillah, para jemaah terlihat senang, bangga, dan sehat. Tentu mereka juga sudah rindu pulang ke Tanah Air, bertemu keluarga dan kembali ke rumah masing-masing,” ujar Ihsan.

Kloter pertama terdiri atas 225 jemaah asal Batam, 144 jemaah asal Tanjungpinang, 43 jemaah asal Bintan, dan 27 jemaah asal Lingga. Kloter ini dipimpin Ketua Kloter Asril Arif.
Dalam rombongan tersebut, Yunu Katutu (83) tercatat sebagai jemaah tertua, sedangkan jemaah termuda adalah Thalihah Noor (18).
Kedatangan Kloter BTH-01 menjadi awal rangkaian pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Batam tahun ini. Embarkasi Batam melayani jemaah dari Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.
Pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 10.945 jemaah diberangkatkan melalui Embarkasi Batam yang terbagi dalam 25 kelompok terbang. Pemulangan seluruh jemaah akan berlangsung secara bertahap sesuai jadwal masing-masing kloter. (*)
Laporan : RENGGA YULIANDRA – AZIS MAULANA – JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK