Buka konten ini

BINTAN (BP) – Sebanyak 3.500 ketupat dibagikan gratis kepada wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Gurun Pasir Telaga Biru, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Minggu (31/5). Kegiatan yang dikemas dalam event Pesta Ketupat itu sukses menarik perhatian ratusan hingga ribuan pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.
Pesta Ketupat digelar Pemerintah Desa Busung sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkenalkan kuliner dan budaya lokal kepada wisatawan.
Tak hanya ketupat, pengunjung juga disuguhi kari ayam dan serundeng ikan secara cuma-cuma. Seluruh hidangan tersebut merupakan produk olahan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Desa Busung.
Suasana semakin meriah dengan berbagai perlombaan dan pertunjukan seni tradisional. Wisatawan yang hadir disuguhi lomba membaca gurindam, lomba menganyam ketupat, hingga berbagai penampilan seni budaya khas Melayu.
Kepala Desa Busung, Rusli, mengatakan Pesta Ketupat akan ditetapkan sebagai agenda tahunan desa, sejajar dengan Festival Gonggong yang selama ini rutin dilaksanakan.
Menurutnya, kesuksesan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan pengelola objek wisata Gurun Pasir Telaga Biru serta partisipasi aktif masyarakat Desa Busung.
“Pesta Ketupat akan menjadi agenda tahunan Desa Busung. Alhamdulillah antusiasme masyarakat dan wisatawan sangat tinggi,” ujarnya.
Rusli mencatat sekitar 1.000 wisatawan hadir selama pelaksanaan kegiatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 orang merupakan wisatawan mancanegara.
“Jumlah ini meningkat dibandingkan hari biasa yang hanya ratusan pengunjung,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan, Firman Setyawan, mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Ketupat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mengembangkan Gurun Pasir Telaga Biru sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bintan.
“Event ini merupakan upaya memajukan wisata Gurun Pasir Telaga Biru yang selama ini menjadi salah satu andalan Bintan,” ujarnya.
Firman menambahkan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan wisata tersebut.
Ke depan, ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut dengan dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan melalui berbagai inovasi berbasis kuliner, seni, tradisi, dan budaya lokal.
“Selain menjadi sarana promosi wisata, kegiatan ini juga berperan menjaga dan melestarikan budaya masyarakat,” pungkasnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY