Buka konten ini

JEPANG kembali memadukan budaya pop dengan inovasi teknologi antariksa. Sebuah startup asal Negeri Sakura menyiapkan robot Haro dari anime Mobile Suit Gundam untuk dikirim ke luar angkasa pada 2027 mendatang.
Dilansir kantor berita Kyodo, Rabu (6/5), proyek ini digagas oleh perusahaan rintisan Space Entry Co. yang berbasis di Tsukuba. Robot tersebut akan diuji di lingkungan gravitasi rendah sebagai bagian dari pengembangan teknologi otonom.
Proyek ini tidak sekadar menghadirkan ikon anime ke orbit. Tim pengembang menargetkan Haro mampu bergerak bebas dan berkomunikasi layaknya karakter dalam serial aslinya.
Desain robot dikerjakan oleh Kunio Okawara, desainer asli Haro dalam franchise Gundam.
Dalam rencana uji coba, Haro akan ditempatkan di modul eksperimen Jepang “Kibo” di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Data yang dikumpulkan akan dimanfaatkan untuk pengembangan robot otonom yang dapat digunakan di luar angkasa.
Robot berbentuk bulat ini memiliki diameter sekitar 21 sentimeter dan terbuat dari bahan aluminium. Haro dirancang mampu bergerak ke berbagai arah dengan bantuan sistem baling-baling.
Bagian pipinya berfungsi sebagai saluran pendorong, sementara sensor yang disematkan memungkinkan robot mendeteksi hambatan dan berhenti secara otomatis.
Selain itu, Haro juga dilengkapi kamera dan mikrofon. Lampu LED pada bagian mata berfungsi sebagai media komunikasi sederhana melalui kedipan.
Proyek ini mendapat respons besar dari publik. Kampanye penggalangan dana (crowdfunding) yang dibuka sejak 14 April langsung mencapai target awal 3 juta yen atau sekitar Rp330 juta hanya dalam tiga hari.
Sebanyak 200 orang tercatat ikut mendukung pendanaan proyek tersebut. Para pendukung bahkan diberi kesempatan terlibat dalam proses pengembangan hingga menghadiri acara peluncuran.
Presiden Space Entry, Ryoichi Kumagai, berharap proyek ini dapat membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi antariksa.
“Kami ingin lebih banyak orang tertarik dan terlibat dalam pengembangan teknologi luar angkasa,” ujarnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY