Buka konten ini

Karan Pradhi Singh, putra sulung artis Bunga Zainal dan produser Sukhdev Singh, memilih jalur berbeda dari kebanyakan remaja seusianya. Di usia 16 tahun, ia justru tertarik mendalami isu politik.
MINAT tersebut sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Alih-alih menonton kartun atau konten hiburan, Karan lebih sering mengikuti berita untuk memahami berbagai isu yang terjadi.
Ketertarikan itu kemudian diwujudkan dengan membuat kanal YouTube bernama *Youth Uncensored*, yang berisi pembahasan seputar politik, baik di dalam negeri maupun internasional.
Karan mengungkapkan, alasan utama membuat kanal tersebut adalah untuk membantu teman-teman seusianya memahami isu politik dengan cara yang lebih mudah.
“Awalnya karena teman-teman kalau diajak bicara politik kurang mengerti. Salah satu penyebabnya karena tidak terbiasa membaca berita atau belum punya konteks,” ujarnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Menurutnya, politik tidak selalu identik dengan perebutan kekuasaan. Ia justru lebih menyoroti isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Karan mencontohkan peristiwa banjir di Sumatera pada 2025. Ia menilai banyak anak muda hanya mengetahui kejadian tersebut secara umum, tanpa memahami penyebab dan konteks yang melatarbelakanginya.
“Mereka tahu ada banjir karena lihat berita, tapi tidak tahu kenapa bisa terjadi atau faktor global apa yang memicu,” jelasnya.
Ia mengaku tertantang untuk menghadirkan konten yang mampu menjembatani pemahaman tersebut, sekaligus membuka wawasan generasi muda terhadap isu-isu publik.
Karan yang bercita-cita menjadi diplomat menilai edukasi politik sejak dini penting agar generasi muda dapat mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan.
“Penting memberi akses edukasi politik supaya ke depan kita bisa membuat keputusan berdasarkan pembelajaran dari masa lalu,” katanya.
Sementara itu, sang ibu, Bunga Zainal, menyatakan dukungan penuh terhadap minat anaknya tersebut.
Ia mengaku sempat terkejut dengan ketertarikan Karan pada politik, mengingat dirinya lebih berkecimpung di dunia hiburan.
“Awalnya kaget, karena obrolan politik biasanya berat. Tapi dia ingin teman-temannya bisa lebih paham,” ujarnya.
Bunga juga tidak khawatir aktivitas anaknya di dunia digital akan menimbulkan persoalan hukum.
Menurutnya, pembahasan politik tidak harus selalu berseberangan dengan pemerintah. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY