Buka konten ini

Ibu Rumah Tangga
HARI Pendidikan Nasional. Diperingati setiap tanggal 2 Mei. Ya, Bertepatan hari ini, Sabtu tanggal 2 Mei 2026, bangsa ini merayakan hari Pendidikan Nasional.
Pertanyaannya, apa dampak perayaan tersebut terhadap kemajuan Pendidikan itu sendiri? Sekedar perayaan yang diisi dengan kegiatan senang-senang dengan sedikit sentuhan edukatif atau menjadi pijakan renungan setiap tahun. Sumbangsih apa yang sudah diberikan bagi kemakmuran dan kesejahteraan negeri?
Ketika pemerintah di masa Presiden Sukarno menetapkan melalui Keputusan Presiden RI No. 316 Tahun 1959 tanggal kelahiran seorang tokoh Pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai hari Pendidikan Nasional, bukan tanpa maksud, harapan dan tujuan.
Filosofi beliau ‘ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani’ serta memanusiakan manusia harusnya sudah merasuk ke sukma anak negeri yang telah berevolusi ke berbagai macam profesi. Politisi, jaksa, hakim, polisi, guru, dokter dan berpuluh profesi lainnya. Melahirkan negara berdaulat, adil dan makmur.
Kenyataan yang kita hadapi hari ini, jauh panggang dari api. Pemimpin yang harusnya memberi teladan hidup bernegara dan berbangsa justru inkonstitusional. Penegakan hukum yang tidak fair. Kemiskinan yang seolah-olah terbentuk secara sistemik dan masih banyak lagi persoalan sosial laiinya.
Sebuah ironi yang menyesakkan karena pelaku-pelaku di atas lahir dari proses pendidikan yang panjang. Lantas, adakah yang salah dari dari sistem dan proses Pendidikan yang diberikan kepada anak-anak negeri? Ikhlas dan tuluskah kita memajukan negeri melalui sektor Pendidikan? Sesuatu yang patut direnungkan terutama oleh para pengambil keputusan dan kebijakan serta para pelaku di dunia pendidikan.
Semoga perayaan hari Pendidikan kali ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketidak adilan, kebodohan dan ketidakmakmuran sambil terus berupaya meningkatkan kualitas hidup setiap individu melalui kualitas pelayanan Pendidikan yang menyeluruh. Melahirkan generasi berintegritas, bertanggung jawab, tangguh, cerdas dan menghargai setiap kerja keras.
Martabat dan kualitas sebuah negara adalah gambaran dari martabat dan kualitas individu-individunya. Kita tidak akan kehilangan gaji, kedudukan, jabatan atau kehilangan orang-orang yang kita sayangi sekalipun kita tidak melakukan perubahan dan perbaikan. Tapi negeri ini akan seperti ini terus bahkan semakin buruk. (***)