Buka konten ini

SKEMA mencetak gol lewat bola-bola mati (set pieces) jadi keunggulan Arsenal musim ini. The Gunners –julukan Arsenal– telah 17 kali mencetak gol dari set pieces di Premier League.
Senjata yang akan digunakan klub pemuncak klasemen Premier League itu saat menghadapi Atletico Madrid dalam first leg semifinal Liga Champions di Riyadh Air Metropolitano, Madrid, dini hari nanti (siaran langsung SCTV/beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB).
Kebetulan, Atletico tengah bermasalah dalam mengantisipasi kebobolan dari set pieces. Dalam tiga laga terakhir, Los Colchoneros –sebutan Atletico – lima kali kebobolan lewat cara tersebut.
Atletico juga pernah merasakan sulitnya mengantisipasi set pieces saat kalah 0-4 di Stadion Emirates, London, dalam fase league Liga Champions pada 22 Oktober tahun lalu.
”Dua dari empat gol mereka (Arsenal) saat itu berasal dari situasi bola mati. Kami harus mencari cara supaya hal seperti itu tidak terulang,” kata entrenador Atletico Diego Simeone seperti dilansir dari Mundo Deportivo.
Arteta Anggap Laga Berbeda
Meski pernah menghajar Atletico empat gol tanpa balas, tactician Arsenal Mikel Arteta menilai laga di Metropolitano dini hari nanti bakal berbeda. Selain karena Atletico bermain di depan pendukungnya sendiri, atmosfer dalam fase league berbeda dengan semifinal.
”Anda tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan bermain dalam semifinal Liga Champions. Fase yang sangat dekat dengan final dengan segalanya dipertaruhkan,” kata Arteta seperti dikutip dari Football London.
Apalagi, Arteta punya pengalaman gagal di semifinal musim lalu. Arsenal dihentikan langkahnya oleh Paris Saint-Germain setelah selalu kalah dalam dua kali pertemuan. Masing-masing 0-1 di Stadion Emirates dan 1-2 di Parc des Princes, Paris.
Sama-Sama Gagal di Piala Domestik
Bagi Atletico dan Arsenal, Liga Champions musim ini dijadikan target dalam mengakhiri musim dengan trofi juara. Itu setelah keduanya sama-sama keok dalam perebutan juara turnamen domestik. Arsenal harus merelakan trofi Piala Liga (EFL Cup/Carabao Cup) dimiliki Manchester City setelah kalah 0-2 di Stadion Wembley, London, pada 23 Maret.
Sementara Atletico menelan kekalahan dari Real Sociedad dalam final Copa del Rey pada 19 April lalu. Los Colchoneros kalah adu penalti 3-4 (2-2) dalam laga di Estadio de La Cartuja, Sevilla, tersebut.
”Saat kalah dalam pertandingan final, rasanya sulit untuk bangkit. Tetapi, musim belum berakhir di situ,” kata kiper Atletico Jan Oblak seperti dikutip dari Diario AS.
Oblak sejatinya tidak main dalam final Copa del Rey. Dia masih dalam pemulihan cedera otot tubuh dan posisinya digantikan oleh Juan Musso. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO