Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Ketersediaan hewan kurban di Kota Batam menjelang Hari Raya Iduladha 2026 dipastikan dalam kondisi aman, bahkan diperkirakan mengalami kelebihan stok dibandingkan kebutuhan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, mengatakan pasokan hewan kurban tahun ini mencukupi meski tren permintaan diprediksi menurun seiring kondisi ekonomi.
“Secara ketersediaan pasti cukup, bahkan berlebih. Namun, tren tahun ini kemungkinan turun karena faktor ekonomi,” ujarnya, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, total ketersediaan hewan kurban diperkirakan mencapai sekitar 3.000 ekor sapi dan 6.000 ekor kambing. Pasokan tersebut didatangkan dari berbagai daerah, seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan kontribusi terbesar berasal dari Lampung.
Distribusi hewan ke Batam dilakukan melalui jalur laut. Setibanya di Batam, hewan ditempatkan di kawasan Temiang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diedarkan ke masyarakat.
Untuk menjamin kelayakan, pemerintah membentuk tiga tim pengawasan yang melibatkan dinas terkait, pihak karantina, serta Ikatan Dokter Hewan Batam. Tim ini bertugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap hewan di kandang.
“Hewan yang sehat akan diberi label. Jika tidak memiliki label, tidak boleh dijual,” tegas Mardanis.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap penyakit hewan, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tetap menjadi prioritas. Seluruh hewan yang masuk ke Batam dipastikan telah melalui uji laboratorium.
“PMK memang masih ada, tetapi semua hewan yang masuk sudah diperiksa. Jika terindikasi, tidak diizinkan masuk,” jelasnya.
Selain pasokan dari peternak, Batam juga akan menerima bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia berupa sapi jenis limusin dengan bobot sekitar satu ton.
Rencananya, sapi bantuan tersebut akan disembelih di Masjid Agung Engku Hamidah, berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.
Mardanis mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan maupun kualitas hewan kurban tahun ini. Ia memastikan seluruh proses pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari masuknya hewan hingga siap diperjualbelikan.
“Insyaallah masyarakat tidak perlu khawatir. Stok cukup dan pengawasan dilakukan maksimal agar hewan yang dijual benar-benar sehat dan layak untuk kurban,” tutupnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO