Buka konten ini

MAJALENGKA (BP) – Upaya melahirkan Generasi Emas Indonesia tak bisa ditawar. Kuncinya ada di ruang kelas: kualitas pembelajaran. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat Seminar Pendidikan Nasional yang digelar Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia di Universitas Majalengka, Selasa (21/4).
Fajar menekankan, transformasi pendidikan tidak cukup sekadar slogan. Arah utamanya harus jelas: memperkuat kualitas proses belajar. Tujuannya, mendongkrak kompetensi dasar siswa, terutama literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir.
“Transformasi harus berpijak pada data capaian belajar siswa. Dari situ, langkah perbaikan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan asesmen menjadi pintu masuk penting. Lewat asesmen, kondisi riil kemampuan siswa bisa terbaca. Data itulah yang kemudian menjadi dasar menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Tak berhenti di situ, Fajar menyoroti peran sentral kepala sekolah. Mereka bukan sekadar administrator, tetapi pemimpin pembelajaran. Penentu arah sekaligus penjaga mutu di sekolah.
“Kepala sekolah adalah motor penggerak ekosistem belajar,” tegasnya.
Karena itu, kepala sekolah didorong aktif membina guru, membuka ruang pengembangan profesional berkelanjutan, serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Di sisi lain, budaya kolaborasi juga harus diperkuat. Komunitas belajar, termasuk organisasi profesi seperti AKSI, diharapkan menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan.
“Transformasi butuh budaya belajar bersama. Kepala sekolah harus saling berbagi solusi,” tambahnya.
Peran guru pun tak kalah penting. Peningkatan kompetensi secara berkelanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari perubahan sistem pendidikan.
Fajar juga mengingatkan, transformasi pendidikan tak bisa berjalan sendiri di sekolah.
Dukungan keluarga dan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi semua pihak menjadi fondasi utama,” jelasnya.
Di akhir, Fajar mengajak seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama. Dengan kualitas pembelajaran yang kuat, kepemimpinan yang efektif, dan kolaborasi solid, target mencetak generasi unggul bukan hal mustahil. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO