Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan massal yang menimpa 155 warga di Kabupaten Anambas usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri, Rika Azmi, mengatakan pihaknya telah turun langsung melakukan pengecekan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.
“Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG yang bersangkutan,” ujar Rika di Tanjungpinang, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, hingga saat ini penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan karena hasil uji sampel makanan masih dalam proses penelitian.
“Uji sampelnya masih berjalan. Jika hasilnya sudah keluar, akan kami sampaikan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur MBG yang dikelola SPPG Yayasan Pangan Intan Permata tersebut telah dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai.
Dampaknya, penyaluran MBG di wilayah Air Asuk juga untuk sementara dihentikan.
“Sudah dihentikan karena di sana hanya ada satu SPPG. Rencananya, pekan depan tim dari pusat juga akan turun melakukan pengecekan,” jelasnya.
Rika mengungkapkan, sebelum mengalami gejala keracunan, para korban mengonsumsi menu MBG berupa telur sambal kecap, tempe goreng, dan tumis sayur.
Menariknya, korban tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga orang tua hingga lanjut usia. Diduga, sebagian makanan dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi anggota keluarga di rumah.
“Ada juga orang tua dan lansia yang menjadi korban, kemungkinan karena ikut mengonsumsi makanan yang dibawa pulang,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY