Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau stok beras nasional dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman di tengah dinamika global.
Kunjungan tersebut dilakukan usai Prabowo memberikan arahan kepada 503 ketua DPRD se-Indonesia di Akademi Militer Magelang. Melalui akun Instagram resmi @presidenrepublikindonesia, disebutkan bahwa sidak ini bertujuan memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
“Presiden mengunjungi Kompleks Gudang Bulog Danurejo untuk memastikan ketersediaan serta kesiapan stok dalam mendukung kebutuhan masyarakat ke depan,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Di lokasi, Presiden meninjau langsung kondisi cadangan beras. Ia memastikan stok dalam keadaan aman, dengan kualitas tetap terjaga serta siap disalurkan kepada masyarakat.
“Distribusi juga harus merata dan tepat sasaran,” lanjut keterangan tersebut.
Ketersediaan pangan menjadi perhatian utama di tengah situasi global yang diwarnai krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. Dalam kondisi tersebut, Indonesia dinilai masih relatif stabil, baik dari sisi pasokan maupun harga pangan.
Selama kunjungan, Prabowo juga menyempatkan diri berdialog dengan para karyawan gudang. Suasana hangat terlihat saat Presiden berbincang dengan para pekerja.
Kompleks Gudang Bulog Danurejo terdiri atas dua unit bangunan dengan kapasitas total 7.000 ton dan saat ini dalam kondisi penuh. Hal ini menjadi indikator kuatnya cadangan beras nasional, setidaknya untuk jangka pendek.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan optimistis menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan memicu kemarau panjang.
“Katanya kering enam bulan, oke. Tapi sepertinya masih lebih tinggi El Nino tahun 2015. Kami sudah pengalaman mengelolanya,” ujarnya saat kunjungan di Makassar.
Ia menambahkan, dengan proyeksi kemarau sekitar enam bulan, stok pangan nasional diperkirakan aman hingga 11 bulan ke depan.
“Sebelas bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia aman,” tegasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK