Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pengadaan minyak mentah (crude) dan produk minyak terganggu blokade Selat Hormuz akibat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pemerintah menyampaikan, masih banyak sumber bahan bakar minyak selain dari Timur Tengah.
Akan tetapi, seperti apa jenisnya dan apakah kilang Pertamina mampu mengolahnya? Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan, kilang yang dimiliki Pertamina mampu mengolah minyak mentah atau crude yang berasal dari Rusia.
“Untuk crude dari Rusia, Refinery Unit/kilang yang dimiliki Pertamina mampu dan dapat mengolahnya untuk menjadi produk olahan dari crude tersebut,” ujar Roberth, dikutip dari Antara, Rabu (15/4).
Pernyataan tersebut terkait dengan pemerintah yang berencana untuk membeli minyak mentah dari Rusia. Roberth menyampaikan, Pertamina pastinya mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah terkait perdagangan minyak mentah, termasuk mengimpor dari Rusia.
“Pertamina tentunya akan mendukung dan turut berperan dalam penyediaan energi di dalam negeri dan pendistribusiannya mulai dari pengolahan hingga menjadi produk,” kata Roberth.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia dalam pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia, Selasa (14/4).
keterangan resminya, kerja sama antara Indonesia dengan Rusia mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.
“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude (minyak mentah) kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” ujar Bahlil.
Gejolak pasar energi global yang masih mengalami tekanan turut memberi dampak pada stabilitas pasokan energi di banyak negara, termasuk Indonesia. Untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional, pemerintah terus mencari langkah-langkah strategis, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu negara produsen energi dunia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI