Buka konten ini

BATAM (BP) – Suasana hangat bercampur haru menyelimuti acara pisah sambut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim Batam di Wyndham Panbil, Senin (13/4) sore.
Momentum itu menjadi penanda berakhirnya masa tugas Letkol Pnb Hendro Sukamdani, sekaligus dimulainya kepemimpinan baru oleh Letkol Pnb Indra Alexander Yosef Lessy sebagai Komandan Lanud Hang Nadim ke-6.
Acara tersebut dihadiri langsung Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan dari unsur TNI-Polri dan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa kemajuan Batam tidak hanya ditopang kekuatan institusi, tetapi juga kebersamaan seluruh elemen. Menurutnya, harmonisasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan.
“Selamat datang dan selamat bertugas di Batam kepada Letkol Pnb Indra Lessy. Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi selama bertugas di Batam.
“Terima kasih kepada Letkol Pnb Hendro Sukamdani atas pengabdian dan kontribusinya untuk Batam,” katanya.
Adapun, Danlanud yang baru, Letkol Pnb Indra Alexander Y. Lessy, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pengabdian dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen di Batam.
“Saya mohon dukungan dari seluruh pihak. Dengan sinergi dan kerja bersama, kami optimistis dapat menjalankan amanah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Hendro mengungkapkan kesan mendalam selama kurang lebih 11 bulan mengemban amanah sejak Mei 2025. Ia menyebut Batam sebagai tempat yang memberi pengalaman berharga, terutama dalam membangun sinergi lintas sektor.
“Selama menjabat, saya merasakan kesempatan luar biasa dalam membangun sinergitas organisasi, seluruh elemen masyarakat, dan pengabdian untuk Kota Batam,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan Monumen Ksatria Hang Nadim di Mako Lanud. Monumen tersebut disebut sebagai simbol perjuangan sekaligus penghormatan terhadap sejarah Melayu dan masyarakat Batam.
“Ini simbol perjuangan yang harus ditanamkan kepada prajurit, sekaligus bentuk penghargaan terhadap sejarah Melayu dan masyarakat Batam,” katanya.
Selain itu, revitalisasi Taman Raja Melayu di kawasan Lanud juga menjadi program unggulan. Taman tersebut kini tampil lebih modern dengan penataan lanskap, air mancur, serta fasilitas yang lebih representatif.
Tak hanya sebagai ruang terbuka, taman ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.
Di bidang keagamaan, Lanud Hang Nadim turut berkontribusi dalam pelestarian tradisi di Masjid Haram Pantai Caman, Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau. Tradisi tersebut disebut telah berlangsung turun-temurun dan terus dijaga keberlanjutannya.
Hendro juga menyoroti keterlibatan Lanud dalam perayaan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 melalui Batam Solidarity Air Show, yang menampilkan atraksi dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.
“Ini bentuk dukungan terhadap Batam sebagai kota pariwisata dengan tingkat toleransi yang tinggi,” ujarnya.
Capaian lain yang turut diselesaikan adalah pembangunan Masjid Bintang Alun Angkasa, yang telah berjalan selama enam tahun. Kini, masjid tersebut menjadi ikon religi baru di Kota Batam.
“Masjid ini menjadi simbol dukungan terhadap Batam sebagai Bandar Dunia Madani sekaligus destinasi pariwisata religi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan masjid tersebut melibatkan kontribusi berbagai pihak lintas suku dan agama, sehingga mencerminkan nilai kebhinekaan sekaligus pembentukan karakter moral prajurit dan masyarakat.
“Bangsa yang maju membutuhkan karakter yang baik,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Hendro menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak selama masa tugasnya, sekaligus memohon maaf apabila terdapat kekurangan.
“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas dukungan yang diberikan. Kami juga memohon maaf jika selama bertugas terdapat kekhilafan,” ucapnya.
Ia pun berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan dan memperkuat peran Lanud Hang Nadim sebagai pilar pertahanan udara sekaligus mitra strategis pembangunan daerah.
“Kami mohon dukungan untuk Komandan Lanud Hang Nadim yang baru,” pesannya. (*)
Laporan : M. Sya’ban
Editor : RATNA IRTATIK