Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Produk UMKM asal Kepulauan Anambas mulai menembus pasar wisata premium. Dekranasda setempat menggandeng sektor pariwisata untuk memperluas akses pemasaran hingga ke tingkat internasional.
Salah satu kolaborasi strategis dilakukan bersama manajemen Bawah Reserve, destinasi wisata eksklusif yang dikenal dengan jaringan wisatawan mancanegara.
Ketua Dekranasda Kepulauan Anambas, Sinta, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk membuka peluang pasar global bagi pelaku UMKM lokal.
“Kolaborasi ini kami dorong agar produk UMKM Anambas bisa dikenal dan diminati wisatawan internasional,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai produk kerajinan khas daerah kini dipasarkan langsung di lingkungan resort. Wisatawan mancanegara yang berkunjung dapat melihat sekaligus membeli produk lokal.
Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari batik mangrove, kain songket cual, selendang, hingga kerajinan anyaman khas Anambas.
Harga produk juga bervariasi, dari Rp200 ribu hingga Rp3 juta untuk kategori premium, menyesuaikan kualitas dan nilai seni yang ditawarkan.
Sinta menegaskan, selain membuka akses pasar, Dekranasda juga fokus pada pembinaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Program tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar pasar internasional, serta penguatan identitas budaya lokal.
“Kami ingin UMKM tidak hanya menjual produk, tetapi juga membawa cerita dan identitas budaya Anambas ke pasar global,” katanya.
Manager Public Affair Bawah Reserve, Sali, menyambut positif kolaborasi tersebut. Pihaknya siap mendukung promosi produk unggulan daerah kepada wisatawan internasional.
“Ini menjadi bentuk kontribusi kami dalam memberdayakan masyarakat lokal sekaligus melestarikan budaya daerah,” ujarnya.
Pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan pendapatan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY