Buka konten ini

JAKARTA (BP) – One Global Capital—platform pengembangan dan investasi properti global berbasis di Sydney — mengumumkan akuisisi lahan di kawasan Five Dock dengan nilai tanah Rp1,5 Triliun. Aksi korporasi ini sekaligus menandai peluncuran proyek skala kota senilai AUD1,6 miliar (Rp19 Triliun) yang akan mencakup residensial, shopping centre, dan hotel.
Iwan Sunito, Pendiri One Global Capital mengatakan, dengan kepemilikan dan kendali penuh yang kini telah tercapai, Five Dock menjadi aset utama dalam strategi pengembangan mixed use project. “Rampungnya akuisisi Five Dock merupakan momen krusial bagi One Global Capital. Kami kini dapat mengoptimalkan potensi proyek ini secara maksimal,” ujarnya.
Keunggulan Five Dock juga ditopang oleh jaringan transportasi strategis, di antaranya keberadaan Five Dock Metro Station (sekitar 1,1 kilometer dari lokasi lahan) serta Burwood Metro Station, 800 meter dari lokasi yang memberi akses cepat menuju Sydney CBD untuk memperluas konektivitas ke pusat bisnis, pendidikan, dan gaya hidup. “Jadi para penghuni di sini dapat menikmati fasilitas bus stop at the door stop,” kata Iwan Sunito.
Proyek ini menandai kolaborasi antara Iwan Sunito dengan arsitek ternama dunia Koichi Takada, dan khusus untuk proyek ini, Iwan Sunito juga merangkul PTI Architect Indonesia bersama Buchan Australia dalam menggarap konsep master plan. Sebelumnya, Koichi Takada adalah mitra designer Iwan Sunito, tokoh kreatif di balik sejumlah ikon hunian di Sydney seperti Infinity, Arc, dan Skye North Sydney.
Menurut Iwan, proyek ini akan tiga kali lebih besar dibanding Infinity di Green Square dan menjadi pengembangan terbesar yang pernah dilakukan dalam 25 tahun kariernya.
“Kami tidak sekadar membangun gedung, kami sedang menciptakan sebuah kota di dalam kota,” tuturnya.
Sementara itu, Managing Director PTI Architect, Doddy Tjahjadi, merasa terhormat di pilih menjadi team Arsitek dan bekerja sama dengan Koichi Takada dan Phil Schoutrop dari Buchan.
“Bagi kami, ini merupakan tonggak strategis bagi arsitek dan konsultan Indonesia. Partisipasi firma arsitektur nasional dalam proyek berskala besar di negara maju seperti Australia menegaskan kapabilitas, kredibilitas, serta daya saing firma lokal di kancah internasional,” ujar Doddy Tjahjadi.
Kawasan terpadu ini akan menghadirkan 750 apartemen premium yang tersebar di lima menara, hotel berkapasitas 250 kamar dengan conference centre seluas 3.000 m², serta pusat ritel dan gaya hidup seluas 10.000 m². Pengembangan ini juga dilengkapi fasilitas kesehatan dan kebugaran, ruang terbuka hijau yang luas, berbagai fasilitas komunitas, serta ekosistem build-to-rent yang terintegrasi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI