Buka konten ini

BATAM (BP) – Dinamika konflik global dinilai berdampak pada meningkatnya pergerakan manusia dan barang lintas negara, termasuk ke Indonesia. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam pun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan internasional yang dapat muncul sebagai imbas situasi tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, mengatakan bahwa tingginya mobilitas antarnegara selalu diiringi risiko kejahatan transnasional. Menurutnya, kondisi global yang tidak stabil dapat menjadi faktor pendorong munculnya berbagai pelanggaran lintas batas.
“Pergerakan manusia dan barang antarnegara tentu membawa konsekuensi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi kejahatan internasional yang bisa menjadi dampak dari konflik global di suatu kawasan,” ujar Wahyu, Jumat (17/4).
Ia menegaskan, pihak imigrasi memiliki peran strategis dalam menegakkan hukum sekaligus menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan lalu lintas orang asing. Upaya tersebut tidak hanya sebagai respons terhadap situasi global, tetapi juga merupakan bagian dari tugas rutin yang terus dijalankan.
Menurut Wahyu, pengawasan terhadap warga negara asing dilakukan melalui tahapan seleksi yang ketat dan berlapis. Proses itu dimulai sejak pengajuan visa di negara asal hingga pemeriksaan saat kedatangan di pintu masuk Indonesia, termasuk di bandara.
“Setiap orang asing yang masuk ke Indonesia melalui proses seleksi berlapis, mulai dari persyaratan visa hingga pemeriksaan saat tiba. Ini sudah menjadi mekanisme yang berjalan, bahkan sebelum adanya konflik global,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan pengawasan keimigrasian dilakukan secara nasional dengan menyesuaikan kebijakan terhadap kondisi serta potensi risiko yang terus berkembang.
Langkah tersebut, lanjut Wahyu, bertujuan menjaga ketertiban dan keamanan di dalam negeri, khususnya di wilayah strategis seperti Batam yang menjadi salah satu pintu gerbang internasional.
Melalui pendekatan itu, Imigrasi Batam berupaya menyeimbangkan kelancaran arus masuk orang dan barang dengan aspek keamanan, terutama dalam menghadapi tantangan kejahatan transnasional yang semakin kompleks. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO