Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang menjalani work from home (WFH) di lingkungan Pemkab Karimun pada pekan ini mengalami penurunan. Tercatat, hanya 1.111 ASN atau sekitar 24 persen yang bekerja dari rumah, lebih sedikit dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai di atas 30 persen.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun, Ivit Ivizal, mengatakan, dari hasil pemantauan absensi, ditemukan dua ASN yang tercatat mengisi kehadiran di luar wilayah kerjanya.
“Minggu ini yang WFH hanya 24 persen atau 1.111 orang. Sedangkan, minggu lalu itu lebih dari 30 persen. Dari hasil pantauan operator pada bidang absensi, diketahui ada dua ASN yang absennya di luar lokasi tempat dia bekerja,” ujar Ivit kepada Batam Pos, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, kedua ASN tersebut terdeteksi berada di Batam saat melakukan absensi. Padahal, saat menjalani WFH, ASN seharusnya tetap berada di wilayah kerja masing-masing.
“Contohnya, ada ASN yang lokasi kerjanya di Kundur Barat. Ketika WFH, seharusnya tetap berada di kecamatan tempat tinggalnya. Jika terbukti absen di luar wilayah kerja, seperti di Batam, maka akan dianggap tidak masuk (TM),” tegasnya.
Saat ini, BKPSDM masih menunggu klarifikasi dari kedua ASN tersebut. Klarifikasi yang disampaikan wajib disertai bukti pendukung sebelum diverifikasi oleh tim IT.
“Kami masih menunggu klarifikasi dari kedua ASN yang terdeteksi mengisi absen di Batam. Klarifikasi tersebut harus disertai bukti, kemudian tim IT akan melakukan verifikasi apakah benar atau tidak. Karena sistem kami sudah menggunakan koordinat wilayah kerja di seluruh Kabupaten Karimun,” jelasnya.
Selain pemantauan absensi, BKPSDM juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) atas instruksi Bupati Karimun. Sebanyak lima tim diterjunkan sejak pukul 08.00 WIB.
“Hasilnya, seluruh ASN yang work from office (WFO) hadir lengkap di masing-masing OPD,” pungkasnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY