Buka konten ini
LINGGA (BP) – Insiden pemukulan yang terjadi di Terminal Khusus (Tersus) milik PT Telaga Bintan Jaya (TBJ), Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, hingga kini masih dalam proses hukum. Kasus ini menyeret nama Andi Cori yang terekam memukul seorang warga, Nasrullah, saat terjadi aksi penghentian aktivitas pemuatan (loading) bauksit oleh PT Hermin Jaya di lokasi tersebut.
Kejadian itu terjadi pada Rabu (30/4). Dalam rekaman video berdurasi beberapa detik yang beredar, tampak Andi Cori melayangkan pukulan kepada Nasrullah, yang disebut-sebut ikut menghentikan aktivitas bongkar muat di Tersus TBJ.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemukulan itu dipicu ketidakpuasan Andi Cori terhadap jawaban Nasrullah ketika ditanya soal dasar atau kapasitas warga dalam menghentikan aktivitas tersebut. Ketegangan pun memuncak hingga berujung pada aksi kekerasan.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, membenarkan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Kepolisian, kata dia, telah memanggil sejumlah pihak dari perusahaan terkait untuk melengkapi alat bukti.
“Kami masih melakukan pemanggilan terhadap pihak PT KRAP dan PT Hermin Jaya sebagai saksi,’’ ujar AKBP Pahala saat dikonfirmasi, Jumat (20/6).
Namun, hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Lingga belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait jumlah saksi yang telah diperiksa maupun perkembangan detail lain dari kasus tersebut.
Publik di Kabupaten Lingga menanti kelanjutan penanganan kasus ini.
Banyak yang berharap proses hukum dapat berjalan adil dan transparan, serta pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa tindakan main hakim sendiri atau arogansi kekuasaan tak boleh diberi ruang, terlebih di tengah masyarakat yang mendambakan ketertiban dan keadilan. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO