Buka konten ini
BATAM (BP) – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Surya Makmur Nasution, menyoroti seriusnya persoalan kekurangan tenaga pendidik yang masih terjadi di Batam. Ia menilai masalah ini harus segera diatasi agar tidak berdampak pada penurunan kualitas pendidikan.
Menurut Surya, salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan adalah membangun kerja sama intensif antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dengan pemerintah pusat. Lewat pendekatan dan komunikasi aktif, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan yang lebih fleksibel dalam proses pengangkatan guru.
“Pemerintah daerah Batam harus berani melakukan pendekatan ke pusat untuk meminta kemudahan dalam pengangkatan guru, agar bisa menjawab kekurangan yang terjadi di lapangan,” ujarnya, Senin (5/5).
Ia juga menyarankan agar Pemko Batam mempertimbangkan pengangkatan guru honorer menjadi guru tetap, selama mereka memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang berlaku secara profesional. Selain itu, ia mendorong dilakukannya rekrutmen guru kontrak sebagai solusi jangka menengah, dengan pemberian honor yang layak dan sesuai standar.
“Kesejahteraan guru kontrak tidak boleh diabaikan. Mereka adalah ujung tombak pendidikan di sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar,” tambahnya.
Tak hanya itu, Surya mengusulkan agar Pemko membangun kolaborasi dengan organisasi masyarakat maupun lembaga pendidikan untuk menghadirkan program guru relawan. Langkah ini dinilai bisa menjadi solusi jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar, terutama di daerah hinterland.
Bagi guru-guru yang telah lama mengabdi di wilayah terpencil, ia juga mendesak agar diberikan insentif tambahan yang memadai. Menurutnya, kebijakan ini penting untuk menarik dan mempertahankan guru-guru berkualitas agar bersedia mengajar di daerah kepulauan dan hinterland.
Surya juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Ia menyadari bahwa kehadiran guru tetap penting, tetapi pengembangan teknologi informasi dan komunikasi bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar.
“Di tengah era teknologi saat ini, pengembangan IPTEK dapat menjadi solusi, meskipun kehadiran guru secara langsung tetap dibutuhkan dalam proses pembelajaran,” ujarnya. (***)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK