Buka konten ini

(Foto Kanan) ANTREAN kendaraan memadati Jalan Orchard Boulevard-Jalan Raja Ali Kelana, Batam Centre, Jumat (24/7). Ruas jalan ini kerap mengalami kemacetan, terutama pada jam sibuk, akibat tingginya volume kendaraan yang tidak diimbangi penambahan kapasitas jalan serta belum menjadi prioritas pelebaran. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
BATAM (BP) – Kemacetan di Jalan Orchard Boulevard, Batam, kini menjadi pemandangan yang nyaris terjadi setiap hari. Ruas jalan yang menjadi penghubung kawasan Belian menuju Teluk Tering itu belum mampu menampung tingginya volume kendaraan, sementara rencana pelebaran jalan belum masuk daftar prioritas Pemerintah Kota Batam pada 2026.
Setiap pagi dan sore, ratusan kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan logistik harus bergerak perlahan melewati jalur tersebut. Antrean kendaraan bahkan kerap mengular hingga ratusan meter, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
Pantauan Batam Pos, Jumat (24/7), kepadatan terlihat mulai dari arah Jalan Raja Alikelana menuju simpang lampu merah sekitar Hotel Kaliban. Kendaraan pribadi bercampur dengan truk kontainer perusahaan yang melintas di ruas jalan yang relatif sempit.
Sejumlah pengendara terlihat mencoba mencari celah untuk menghindari antrean. Bahkan, beberapa pengendara sepeda motor memilih melewati bahu jalan yang masih berupa tanah agar tidak terlalu lama terjebak kemacetan.
Jalan Orchard Boulevard merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan kawasan permukiman, pusat pemerintahan, hingga kawasan industri. Mobilitas pekerja yang tinggi membuat volume kendaraan di ruas tersebut terus meningkat setiap hari.
Rijal, salah seorang pekerja yang rutin melintasi jalan tersebut, mengaku sudah terbiasa menghadapi kemacetan di kawasan itu. Namun, kondisi tersebut tetap membuatnya kelelahan, terutama setelah menjalani aktivitas kerja seharian.
“Lelah bekerja, lelah macet,” kata Rijal kepada Batam Pos, Jumat (24/7).
Untuk menghindari antrean panjang, ia memilih menggunakan jalur alternatif meski jarak tempuh lebih jauh. Menurutnya, waktu perjalanan yang sedikit lebih lama masih lebih baik dibanding harus berhenti lama di tengah kemacetan.
“Tak masalah pakai jalur lain yang lebih jauh, yang penting tidak macet. Kemacetan ini lebih capek kita lewati daripada kerja,” ujarnya.
Menurut warga, antrean kendaraan di Jalan Orchard Boulevard dapat mencapai sekitar 400 meter saat kondisi lalu lintas padat. Kondisi tersebut semakin sulit karena ruas jalan di sisi lainnya juga memiliki keterbatasan ruang untuk kendaraan mencari jalur alternatif.
Belum Jadi Prioritas
Di tengah keluhan masyarakat, Pemerintah Kota Batam belum memasukkan pelebaran Jalan Orchard Boulevard dalam program prioritas pengerjaan tahun ini.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pemerintah masih memfokuskan anggaran pada sejumlah ruas jalan lain yang dinilai lebih mendesak.
“Untuk tahun ini belum. Nanti kita coba lihat apakah tahun depan atau bagaimana,” kata Metra.
Menurut dia, beberapa proyek pelebaran jalan yang sedang menjadi perhatian pemerintah di antaranya ruas depan Bank Indonesia menuju Gedung Bersama Pemerintah Kota Batam hingga kawasan Simpang KDA.
“Progres pengerjaan pelebaran jalan saat ini di depan Bank Indonesia menuju Gedung Bersama Pemerintah Kota Batam, lalu menuju Simpang KDA,” ujarnya.
Jalan Gajah Mada Dibedah, Rekonstruksi Empat Pekan
Sementara itu, ruas Jalan Gajah Mada yang lama dikeluhkan pengendara karena ambles dan bergelombang mulai direkonstruksi Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Perbaikan dilakukan pada ruas depan Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota. Pekerjaan dimulai 25 Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung selama empat pekan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan rekonstruksi dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar memperbaiki permukaan jalan.
Pekerjaan meliputi pembongkaran beton yang rusak, perbaikan lapis pondasi, pemadatan struktur jalan, pengecoran ulang menggunakan beton bertulang, hingga pengaspalan kembali.
“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang,” kata Ariastuty.
Selama proses pekerjaan berlangsung, BP Batam bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap.
Pada tahap awal, ruas depan Universitas Internasional Batam (UIB) menuju Taman Kota untuk arah Nagoya akan ditutup sementara. Kendaraan dialihkan melalui Flyover Sei Ladi menuju Flyover Laluan Madani.
Setelah sisi tersebut selesai, pekerjaan akan dilanjutkan pada lajur lainnya dengan sistem pengaturan lalu lintas agar kendaraan tetap dapat melintas.
Ariastuty mengatakan pengaturan lalu lintas akan terus dievaluasi sesuai kondisi di lapangan.
“Apabila diperlukan penyesuaian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan maupun keselamatan pengguna jalan, maka rekayasa akan disesuaikan berdasarkan rekomendasi petugas di lapangan,” ujarnya.
BP Batam mengimbau masyarakat memperhatikan rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas selama proses rekonstruksi berlangsung. (*)
Reporter : JAMALUDDIN LOBANG – M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK
