Buka konten ini

BATAM (BP) – Di era banjir informasi digital, membedakan berita yang benar dengan hoaks menjadi kemampuan yang semakin penting. Berangkat dari kebutuhan itu, tiga mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang tergabung dalam Kelompok 57 Kuliah Kerja Nyata (KKN) memilih belajar langsung ke dapur redaksi Batam Pos.
Kunjungan dilakukan di kantor Batam Pos, Orchard Walk Blok H Nomor 1, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Jumat (24/7). Mereka ingin mengetahui bagaimana sebuah berita diproduksi hingga layak dipublikasikan kepada masyarakat.
Ketiga mahasiswa tersebut ialah Marcho Chandra dari Program Studi Ilmu Hukum, Talina dari Program Studi Akuntansi, dan Yaspis dari Program Studi Hubungan Internasional. Mereka merupakan perwakilan dari 20 mahasiswa Kelompok 57 KKN yang akan menjalankan pengabdian masyarakat di Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang.
Rombongan diterima Pemimpin Redaksi Batam Pos Fiska Juanda, Direktur Batam Pos R. Yusuf Hidayat, dan Sekretaris Redaksi Umy Kalsum. Selama sekitar satu jam, mahasiswa berdiskusi mengenai proses kerja jurnalistik, mulai dari peliputan, verifikasi dan konfirmasi data, penulisan berita, penyuntingan, hingga proses penerbitan.
Ketua Kelompok 57 KKN UMRAH, Marcho Chandra, mengaku ingin mengetahui tantangan media massa menghadapi derasnya arus informasi di media sosial yang kerap diwarnai hoaks dan video tanpa konteks.
Ia juga mempertanyakan bagaimana media cetak seperti Batam Pos tetap bertahan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih banyak mengandalkan platform digital.
Menurut Talina, media massa tetap memiliki peran penting karena mengedepankan proses verifikasi sebelum informasi dipublikasikan.
“Media cetak seperti koran tetap dipertahankan karena masih banyak orang tua yang mencintai koran. Di media sosial atau online, banyak pemberitaan yang cepat tetapi belum terverifikasi dan perlu diuji kembali. Koran menjawab itu dengan memberikan berita yang akurat sehingga akhirnya dipercaya publik,” ujarnya.
Direktur Batam Pos, R. Yusuf Hidayat, menegaskan literasi media menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu memilah informasi yang benar sekaligus mengedukasi masyarakat.
Ia menjelaskan, Batam Pos yang telah hadir selama 28 tahun terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi. Berawal dari media cetak, Batam Pos kini juga hadir melalui platform digital.
“Batam Pos tetap beradaptasi dengan zaman dan teknologi yang terus berkembang. Cara orang mengakses berita sekarang beragam. Kami masih bertahan dengan koran dan website. Modal kami adalah kepercayaan publik,” katanya.
Yusuf juga memaparkan bahwa setiap berita yang diterbitkan Batam Pos melewati tahapan yang ketat, mulai dari rapat proyeksi, penugasan reporter, proses peliputan, verifikasi dan konfirmasi, pemeriksaan oleh koordinator liputan, penyuntingan redaktur, hingga persetujuan redaktur pelaksana dan pemimpin redaksi.
“Semua berita melalui proses yang panjang. Di era digital ini banyak hoaks karena semua orang seolah-olah bisa menjadi wartawan. Karena itu, proses verifikasi dan konfirmasi menjadi sangat penting,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Batam Pos, Fiska Juanda, menambahkan kepercayaan publik menjadi modal utama media. Karena itu, Batam Pos tetap mempertahankan edisi cetak yang hingga kini masih memiliki ribuan pelanggan.
Menurutnya, pembaca Batam Pos berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelaku usaha, investor, hingga pemangku kepentingan yang membutuhkan informasi mengenai pemerintahan, investasi, dan kebijakan BP Batam.
“Jurnalistik harus benar dan tepat, bukan sekadar cepat. Itu yang Batam Pos pegang sehingga dipercaya publik,” tegasnya.
Ia menambahkan, jangkauan pembaca Batam Pos kini tidak hanya di Indonesia, tetapi juga mencapai sejumlah negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Singapura. Informasi mengenai perkembangan politik, ekonomi, dan investasi di Batam menjadi salah satu perhatian pembaca internasional tersebut.
Di sisi lain, sebanyak 20 mahasiswa Kelompok 57 KKN UMRAH dijadwalkan menjalankan pengabdian masyarakat di Kelurahan Sekanak Raya selama satu bulan, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.
Selama KKN, mereka akan melaksanakan berbagai program, antara lain kegiatan mengajar, edukasi kesehatan, pengelolaan bank sampah, serta kegiatan menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui kunjungan tersebut, para mahasiswa berharap memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai dunia jurnalistik sekaligus menjalin kemitraan dengan Batam Pos untuk mendukung publikasi kegiatan positif selama pelaksanaan KKN. (***)
Reporter : JAMALUDDIN LOBANG
Editor : GUSTIA BENNY
