Buka konten ini

PARIS (BP) – Timnas Prancis bersiap memasuki babak baru. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan legenda sepak bola Zinedine Zidane untuk menjadi pelatih anyar Les Bleus menggantikan Didier Deschamps seusai Piala Dunia 2026.
Jika proses administrasi berjalan sesuai rencana, Zidane akan resmi memimpin Kylian Mbappe dan kolega setelah berakhirnya Piala Dunia 2026. Mantan pelatih Real Madrid itu diproyeksikan mengawal Prancis menghadapi dua turnamen besar berikutnya, yakni Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Pergantian kursi pelatih ini menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah sepak bola Prancis. Setelah lebih dari satu dekade berada di bawah kepemimpinan Didier Deschamps, Les Bleus kini bersiap memulai era baru bersama sosok yang sejak lama disebut sebagai penerus ideal.
Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, FFF dan Zidane telah mencapai kata sepakat setelah menjalani komunikasi selama beberapa bulan terakhir. Pengumuman resmi hanya tinggal menunggu selesainya masa bakti Deschamps bersama tim nasional.
“Zizou sudah lama mengatakan ya untuk proyek Prancis. Menolak tawaran dari beberapa klub sejak Desember, hanya menginginkan Prancis,” tulis Fabrizio Romano.
Romano juga menyebut seluruh susunan staf kepelatihan telah dipersiapkan. Zidane dijadwalkan menandatangani kontrak resmi dalam beberapa hari setelah Deschamps menjalani laga terakhirnya sebagai pelatih Timnas Prancis.
Penunjukan Zidane sebenarnya bukanlah kejutan. Sejak beberapa tahun terakhir, nama mantan kapten Les Bleus itu selalu berada di posisi teratas dalam daftar calon pelatih tim nasional. Rekam jejaknya yang gemilang, baik sebagai pemain maupun pelatih, membuat FFF yakin Zidane adalah figur yang tepat untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun Deschamps.
Sebagai pemain, Zidane merupakan ikon sepak bola Prancis yang membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Sementara sebagai pelatih, ia mengukir sejarah bersama Real Madrid dengan mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah disamai pelatih lain di era modern.
Kehadiran Zidane diharapkan mampu mengoptimalkan potensi generasi emas Prancis yang masih dipimpin Kylian Mbappe. Dengan skuad yang dipenuhi pemain-pemain muda berkualitas, FFF ingin momentum pergantian pelatih menjadi awal siklus baru yang mampu mempertahankan Les Bleus sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Di sisi lain, Didier Deschamps akan mengakhiri pengabdiannya setelah lebih dari satu dekade menangani tim nasional. Pelatih berusia 58 tahun itu telah memastikan akan meninggalkan jabatannya seusai Piala Dunia 2026.
Laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris menjadi pertandingan terakhir Deschamps di pinggir lapangan sebagai pelatih Les Bleus. Pertandingan tersebut bukan sekadar duel memperebutkan medali perunggu, tetapi juga menjadi momen perpisahan bagi sosok yang telah memberikan banyak prestasi bagi sepak bola Prancis.
Selama memimpin Les Bleus, Deschamps sukses menjaga konsistensi tim di level tertinggi. Ia mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018, membawa Prancis menjadi finalis Piala Dunia 2022, serta rutin mengantarkan tim bersaing hingga fase akhir berbagai turnamen internasional.
Keputusan Deschamps untuk mundur sebenarnya telah diumumkan sebelum Piala Dunia 2026 berakhir. Karena itu, FFF bergerak cepat agar proses regenerasi kepelatihan dapat berlangsung mulus tanpa mengganggu persiapan menuju agenda internasional berikutnya.
Bagi Zidane, kesempatan melatih Timnas Prancis memang telah lama menjadi impian. Sejak meninggalkan Real Madrid, pelatih berusia 54 tahun itu beberapa kali dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa. Namun, seluruh tawaran tersebut disebut selalu ditolaknya karena hanya ingin menangani negaranya sendiri.
Kesabaran Zidane menunggu kesempatan itu akhirnya berbuah manis. Setelah lebih dari dua tahun tidak melatih, ia kini berada di ambang mewujudkan ambisi terbesar dalam karier kepelatihannya. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
