Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Nike kembali memperluas lini sepatu bergaya lifestyle dengan meluncurkan Nike Shox Z Calistra yang memadukan estetika awal tahun 2000-an dengan tren balletcore yang tengah digemari.
Siluet menghidupkan kembali model Calistra dari era 2000-an yang memadukannya dengan bantalan Shox Z khas Nike untuk menciptakan tampilan yang ramping sekaligus futuristis.
Dirancang khusus untuk kategori sepatu wanita, Nike Shox Z Calistra menawarkan perpaduan antara elemen fesyen dan kenyamanan.
Kehadirannya juga menjadi bagian dari kebangkitan kembali lini Nike Shox yang dalam beberapa tahun berkat tren mode Y2K dan meningkatnya minat terhadap sneaker bergaya retro.
Salah satu daya tarik utama Shox Z Calistra adalah desainnya yang berbeda dari seri Shox klasik. Bagian atas sepatu menggunakan moulded synthetic leather atau kulit sintetis yang dibentuk dipadukan dengan strap yang dapat disesuaikan untuk memberikan kesan minimalis premium.
Nike tetap mempertahankan empat kolom Shox Z yang berfungsi sebagai sistem bantalan responsif sekaligus menjadi identitas visual seri Shox. Desain merupakan interpretasi baru dari Calistra, sepatu lari berprofil rendah yang populer pada awal 2000-an.
Siluet kini dipadukan dengan inspirasi sepatu balet modern sehingga menghasilkan bentuk yang lebih ramping dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana, mulai dari kasual hingga streetwear.
Nike juga menghadirkan Shox Z Calistra dalam beberapa pilihan warna, seperti Black/Black/Black, Metallic Silver, Pearl Pink/Platinum Violet, dan Pale Ivory/Oatmeal.
Nike memperkenalkan edisi kolaborasi bersama LABELHOOD, label fesyen asal Shanghai. Kolaborasi menghadirkan kombinasi warna yang lebih berani dan tekstur yang lebih ekspresif.
Kolaborasi menjadikannya salah satu rilisan yang banyak dibicarakan di kalangan penggemar sneaker. Nike Shox Z menjadi salah satu model yang paling menonjol sepanjang 2026.
Versi Z menawarkan siluet yang lebih ramping sehingga dianggap lebih mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian. Tren ini membuat Shox Z Calistra mulai dilirik tidak hanya oleh sneakerhead, tetapi juga pencinta mode yang mengikuti estetika Y2K dan balletcore. (*)
Laporan: Juliana Belence
Editor : Putut Ariyo