Buka konten ini

BATAM (BP) – Pesatnya pembangunan Kota Batam sebagai pusat industri, investasi, dan perdagangan harus berjalan seimbang dengan pembangunan manusia. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menilai keberadaan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan menjaga moral generasi penerus.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dalam Pertemuan Akbar Guru TPQ se-Kota Batam yang dirangkai dengan Milad ke-27 Badan Musyawarah Guru Qur’an (BMGQ) Kota Batam serta peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (6/7).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 4.750 guru TPQ dari berbagai wilayah di Kota Batam. Kehadiran ribuan pendidik Al-Qur’an itu menjadi gambaran besarnya peran lembaga pendidikan keagamaan dalam membina generasi muda di tengah perubahan kota yang semakin modern.
Firmansyah mengatakan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang berdiri maupun tingginya pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan karakter harus menjadi fondasi agar kemajuan Batam tetap memiliki arah yang lebih baik.
“Batam terus berkembang sebagai kota modern, kota investasi, dan kota yang berdaya saing. Namun, kemajuan itu harus tetap memiliki arah. Guru TPQ merupakan penjaga nilai yang memastikan generasi kita memiliki kompas moral dan fondasi keimanan yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, guru TPQ memiliki tugas yang lebih luas dibanding sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Para pendidik tersebut juga berperan menanamkan nilai akhlak, adab, serta membangun karakter anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk melakukan evaluasi diri dan memperkuat kepedulian sosial.
“Momentum ini menjadi ruang muhasabah. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, sejauh mana hidup kita memberi manfaat, sejauh mana ilmu menjadi amal, dan sejauh mana keberadaan kita sebagai umat Islam menghadirkan kebaikan di jalan Allah SWT,” katanya.
Firmansyah menambahkan, Pemko Batam terus mendorong pembangunan yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan kehidupan sosial dan keagamaan.
Ia menyebut pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun daerah. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat Islam dan lembaga pendidikan keagamaan.
“Saat ini terdapat 110 lembaga dan organisasi masyarakat Islam di Kota Batam yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat syiar Islam, menjaga kerukunan, membina generasi muda, serta mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Firmansyah juga memberikan apresiasi terhadap BMGQ Kota Batam yang telah berkiprah selama 27 tahun. Ia menilai perjalanan panjang organisasi tersebut menjadi bukti konsistensi dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Batam.
“Dua puluh tujuh tahun bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat ketulusan, kesabaran, dan pengabdian. Ada Al-Qur’an yang diajarkan, akhlak yang ditanamkan, serta generasi yang dipersiapkan untuk masa depan Batam,” tuturnya.
Peringatan Milad ke-27 BMGQ ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur sekaligus komitmen untuk terus memperkuat peran guru Al-Qur’an dalam mencetak masyarakat yang religius dan berkarakter.
Selain pertemuan akbar, kegiatan juga diisi dengan pawai ta’aruf, doa bersama, sambutan Ketua Umum BMGQ Kota Batam, sekapur sirih dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, serta pembagian hadiah kepada para guru TPQ yang hadir.
Firmansyah mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kontribusi bagi lingkungan sekitar.
“Hijrah dimulai dari hati yang dibenahi, niat yang diluruskan, dan amal yang terus diperbaiki. Dari sanalah perubahan lahir, ketika hidup semakin dekat kepada rida Allah SWT dan semakin besar manfaatnya bagi sesama,” ujarnya. (***)
Laporan : Rengga Yuliandra
Editor : Putut Ariyo