Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, kembali meningkat. Sepanjang Rabu (8/7), gunung api aktif tersebut tercatat mengalami sedikitnya enam kali erupsi sejak dini hari hingga menjelang siang. Rentetan letusan itu memuntahkan kolom abu tebal ke udara dan mendorong otoritas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) turut mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pelaku aktivitas pelayaran agar mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan pemerintah.
Anggota IABI, Daryono, mengatakan masyarakat harus mematuhi zona larangan yang telah ditetapkan. Saat ini, radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari kawah aktif.
“Pertama, patuhi zona larangan akses. Saat ini, otoritas telah menetapkan radius bahaya sejauh tiga kilometer dari kawah aktif,” ujar Daryono, Rabu (8/7).
Mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG itu menegaskan nelayan, wisatawan, maupun masyarakat tidak boleh memasuki kawasan tersebut karena berisiko terdampak lontaran material pijar, awan panas, maupun gas vulkanik.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan rangkaian erupsi dimulai pada pukul 00.11 WIB. Letusan pertama tidak dapat diamati secara visual karena kondisi masih gelap.
Memasuki pagi hari, aktivitas erupsi kembali terjadi secara bertahap. Pada pukul 05.50 WIB, kolom abu teramati setinggi sekitar 250 meter di atas puncak dengan warna kelabu hingga hitam pekat mengarah ke utara dan barat laut.
Erupsi berikutnya terjadi pukul 07.11 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 250 meter dan amplitudo maksimum mencapai 44,4 milimeter. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK