Buka konten ini

BATAM (BP) – Sektor pariwisata Batam terus menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Batam pada Mei 2026 mencapai 169.477 orang, meningkat 19,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 140.831 kunjungan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau juga menunjukkan lonjakan sebesar 43,31 persen dibandingkan April 2026 yang mencatat 113.784 kunjungan.
Capaian tersebut semakin mengukuhkan Batam sebagai pintu gerbang utama wisatawan mancanegara di Kepulauan Riau. Pada Mei 2026, Batam menyumbang 80,42 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri yang mencapai 210.737 orang.
Secara kumulatif selama Januari-Mei 2026, Batam telah menerima 656.026 kunjungan wisman, atau sekitar 78,38 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri yang mencapai 837.015 orang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, pelaku industri pariwisata, asosiasi, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga daya saing Batam sebagai destinasi wisata unggulan.
“Alhamdulillah, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam pada Mei 2026 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Ini menjadi bukti bahwa berbagai upaya promosi, penyelenggaraan event, kemudahan aksesibilitas, serta kolaborasi dengan seluruh stakeholder pariwisata memberikan hasil yang positif,” ujarnya.
Menurut Ardiwinata, Batam kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi belanja dan kuliner, tetapi juga berkembang sebagai tujuan sport tourism, Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), wisata bahari, hingga berbagai ajang internasional yang menarik wisatawan dari negara tetangga.
“Kami akan terus memperkuat promosi wisata Batam, menghadirkan lebih banyak kalender event berkualitas, serta meningkatkan pelayanan dan kenyamanan wisatawan.
Harapannya, tren pertumbuhan ini terus berlanjut sehingga memberikan dampak nyata terhadap okupansi hotel, usaha kuliner, transportasi, UMKM, hingga perekonomian masyarakat Batam,” katanya.
Tren positif juga terlihat pada pergerakan wisatawan nusantara. Selama Mei 2026 tercatat 173.616 perjalanan menuju Batam. Sementara sepanjang Januari-Mei 2026 jumlahnya mencapai 916.502 perjalanan.
Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, sektor perhotelan ikut menikmati dampaknya. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Mei 2026 mencapai 48,72 persen, naik dibandingkan April yang sebesar 46,60 persen maupun Mei tahun lalu yang berada di angka 46,09 persen.
Melihat tren tersebut, Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri terus memperkuat ekosistem transaksi digital di sektor pariwisata. Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan harus diikuti kemudahan bertransaksi agar manfaat ekonomi semakin besar dirasakan pelaku usaha lokal.
Karena itu, BI terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan wisata, pusat kuliner, pelabuhan, hingga berbagai destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
“Peningkatan kunjungan wisatawan merupakan peluang besar untuk mempercepat digitalisasi transaksi. Semakin luas penggunaan QRIS, semakin mudah wisatawan bertransaksi dan semakin besar manfaat ekonomi yang diterima pelaku usaha lokal,” ujar Rony.
Pemerintah Kota Batam optimistis tren peningkatan kunjungan wisatawan akan terus berlanjut hingga akhir tahun, seiring penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata dan promosi yang semakin agresif.
Kondisi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK