Buka konten ini

NATUNA (BP) – Tanaman cengkih masih menjadi salah satu komoditas perkebunan yang menyimpan potensi ekonomi besar di Kabupaten Natuna. Selain tumbuh subur, cengkih dari daerah kepulauan ini dikenal memiliki kualitas yang baik menjadi sumber penghidupan bagi banyak petani.
Warga Pulau Tiga, Herman, mengatakan tanaman cengkih telah lama dibudidayakan masyarakat di berbagai pulau di Natuna. Menurutnya, komoditas tersebut masih menjadi salah satu penopang perekonomian warga, terutama saat musim panen.
”Tanaman cengkih di Natuna cukup banyak dan bisa menjadi penopang perekonomian masyarakat,” ujar Herman di Natuna, Rabu (1/7).
Ia menyebutkan, sentra perkebunan cengkih tersebar di sejumlah wilayah, seperti Pulau Tiga, Pulau Midai, Pulau Serasan, Pulau Laut, Pulau Seluan, serta beberapa pulau lainnya di Kabupaten Natuna.
Menurut Herman, cengkih merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama. Selain menjadi sumber pendapatan keluarga, tanaman rempah ini juga memiliki sejarah panjang dalam perdagangan rempah Indonesia.
Pada masa kejayaannya, cengkih Natuna dikenal memiliki permintaan pasar yang tinggi sehingga menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat.
Meski demikian, ia menilai pengembangan komoditas tersebut masih membutuhkan perhatian pemerintah, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
”Dengan dukungan pemerintah, kami berharap produksi cengkih bisa meningkat sehingga perekonomian petani juga semakin baik,” katanya. (*)
Reporter : FAIDILLAH
Editor : GUSTIA BENNY