Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Warga di sekitar simpang Perumahan Taman Cipta Asri, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah pohon, Jumat (3/7) pagi. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana.
Korban diketahui bernama Apendu Sitompul, karyawan PT Simatelex yang berdomisili di Perumahan Grand Avenue Park, Kecamatan Batuaji.
Jenazah korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB. Awalnya, warga yang melintas mengira korban sedang berdiri di bawah pohon. Namun, setelah didekati, korban ternyata telah tergantung menggunakan seutas tali. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
”Awalnya kami kira hanya orang berdiri di bawah pohon. Setelah dilihat lebih dekat ternyata sudah tergantung. Kami langsung menghubungi polisi,” ujar Dika, warga yang berada di lokasi.
Mendapat laporan, Tim Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi sekitar pukul 07.40 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi jenazah.
Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BP 6320 AU dan sebuah telepon genggam.
Identitas korban kemudian diketahui setelah petugas membuka jok sepeda motor dan menemukan tanda pengenal (badge) karyawan atas nama Apendu Sitompul dari PT Simatelex. Pada kendaraan tersebut juga terdapat stiker Perumahan Grand Avenue Park.
”Tadi waktu petugas Inafis membuka jok kendaraan korban, ditemukan badge karyawan atas nama Apendu Sitompul dari PT Simatelex. Di kendaraan juga ada stiker Perumahan Grand Avenue Park,” kata Dika.
Usai olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Iptu Anwar Aris membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan berupaya menghubungi pihak keluarga korban.
”Benar. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan masih mencari pihak keluarga korban,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian maupun indikasi adanya unsur tindak pidana.
Peristiwa tersebut menambah daftar kasus bunuh diri yang terjadi di Kota Batam sepanjang 2026. Fenomena ini menjadi perhatian karena menunjukkan pentingnya peningkatan kepedulian terhadap kesehatan mental serta dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan hidup.
Psikolog Irfan Aulia, menjelaskan, seseorang yang mengalami krisis hingga muncul keinginan mengakhiri hidup umumnya telah menghadapi tekanan psikologis dalam waktu yang tidak singkat. Kondisi tersebut dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari tekanan ekonomi, konflik keluarga, persoalan pekerjaan, hingga penilaian negatif terhadap diri sendiri.
”Orang seperti ini memiliki pikiran negatif yang terus berulang dan sulit dihentikan,” katanya.
Menurut Irfan, seseorang yang berada dalam kondisi krisis biasanya terlebih dahulu mengalami rasa putus asa, kesepian, dan merasa tidak memiliki jalan keluar atas persoalan yang dihadapinya.
”Mereka merasa sendiri, tidak punya tempat bercerita, dan menganggap tidak ada lagi jalan keluar,” ujarnya.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mencari bantuan sedini mungkin ketika mulai merasa tertekan, kehilangan semangat, atau terus-menerus dibayangi pikiran negatif.
Dukungan dapat diperoleh dari keluarga, sahabat, tokoh agama, maupun tenaga profesional.
”Ketika merasa tertekan, carilah tempat yang membuat nyaman. Bisa berbicara dengan keluarga, sahabat, atau ke psikolog,” katanya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO