Buka konten ini

BATAM (BP) – Bank Indonesia (BI) kembali menjadikan Provinsi Kepulauan Riau sebagai salah satu wilayah prioritas nasional dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
Melalui kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), bank sentral mengirimkan uang rupiah layak edar ke sejumlah pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Ekspedisi dilepas dari Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam, pada Rabu, (2/7) pagi.
Selama sepekan, tim akan menempuh pelayaran sejauh 1.135 nautical mile menggunakan KRI Bedelau-643 untuk melayani masyarakat di Tarempa, Midai, Subi Besar, Tambelan, dan Singkep sebelum kembali ke Batam.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ronny Widijarto mengatakan distribusi uang rupiah ke wilayah kepulauan bukan sekadar layanan kas keliling, melainkan bagian dari amanat negara menjaga kedaulatan mata uang hingga ke wilayah paling luar Indonesia.
Ini adalah amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Negara wajib memastikan rupiah hadir di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan terpencil,” kata Ronny.
Menurut dia, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat distribusi uang tidak bisa dilakukan seperti di wilayah daratan. Karena itu, Bank Indonesia menggandeng TNI AL agar pelayanan kas dapat menjangkau pulau-pulau yang sulit diakses transportasi reguler.
Selama 2 hingga 8 Juli, masyarakat di lima pulau tujuan akan memperoleh layanan penukaran uang tidak layak edar, pemenuhan kebutuhan uang tunai, hingga edukasi mengenai penggunaan rupiah melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Ronny menjelaskan Kepulauan Riau menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki karakteristik yang berbeda dibanding provinsi lain. Ribuan pulau yang tersebar serta posisi yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam membuat kehadiran rupiah menjadi bagian penting dari penguatan kedaulatan negara.
Secara nasional, Bank Indonesia meningkatkan cakupan layanan Ekspedisi Rupiah Berdaulat pada tahun ini menjadi 97 pulau di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Ronny, keberhasilan kolaborasi Bank Indonesia dengan TNI AL bahkan mendapat pengakuan internasional.
Pada 2024, program tersebut memperoleh penghargaan Currency Initiative karena dinilai berhasil menghadirkan layanan bank sentral di wilayah geografis yang ekstrem.
”Penghargaan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar tetap memperoleh hak yang sama terhadap layanan rupiah,” ujarnya.
TNI AL: Rupiah Adalah Simbol Kedaulatan Negara
Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV Batam, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, mengatakan TNI AL memandang penyebaran rupiah sebagai bagian dari menjaga kedaulatan negara, bukan sekadar mendukung distribusi uang.
”Bagi TNI Angkatan Laut, rupiah bukan hanya alat transaksi ekonomi, tetapi simbol identitas bangsa dan manifestasi kedaulatan negara. Beredarnya rupiah di pulau-pulau terluar merupakan bukti nyata kehadiran negara,” katanya.
Ia mengatakan perjalanan sejauh 1.135 nautical mile merupakan misi yang tidak ringan. Sebagai perbandingan, jarak Batam menuju Singapura hanya sekitar tujuh nautical mile. Karena itu, seluruh prajurit TNI AL bersama tim Bank Indonesia diminta menjalankan tugas tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada negara.
Pemprov Kepri: Jangan Sampai Warga Perbatasan Bergantung pada Mata Uang Asing
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyebut distribusi rupiah ke pulau-pulau terluar menjadi kebutuhan strategis mengingat sekitar 96 persen wilayah Kepri merupakan lautan.
Mewakili Gubernur Kepulauan Riau, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal mengatakan tantangan utama daerah kepulauan ialah memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan ekonomi yang sama, termasuk uang rupiah layak edar.
”Kepri berada di garis depan kedaulatan NKRI. Karena itu negara tidak boleh membiarkan masyarakat di wilayah perbatasan kesulitan memperoleh rupiah atau bahkan bergantung pada mata uang asing akibat keterbatasan akses,” ujarnya.
Selain membawa uang rupiah layak edar, tim ekspedisi juga akan menggelar edukasi literasi keuangan serta sejumlah kegiatan sosial bagi masyarakat di pulau-pulau tujuan. Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 merupakan pelaksanaan ke-10 dari total 19 ekspedisi yang dijadwalkan Bank Indonesia sepanjang tahun ini untuk memperkuat distribusi rupiah di wilayah 3T Indonesia. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : MUHAMMAD NUR