Buka konten ini

NONGSA (BP) – Seorang pelajar SMP di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, meninggal dunia setelah hanyut terseret arus drainase saat bermain hujan bersama teman-temannya, Rabu (1/7). Korban ditemukan sekitar tiga jam kemudian dalam kondisi tidak bernyawa, sekitar satu kilometer dari lokasi awal diduga terseret arus.
Korban diketahui bernama Naufal Fadlurrahman (14), siswa kelas IX SMP Negeri 63 Batam. Peristiwa nahas itu terjadi di Gang Mandiri, RT 004 RW 013, Kelurahan Kabil.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rayhan Aditya Ramadhan, mengatakan berdasarkan keterangan para saksi, korban bermain hujan bersama empat temannya, yakni Denis, Leon, Faris, dan Devano, sekitar pukul 12.00 WIB.
Saat itu, korban sempat memasukkan kakinya ke dalam saluran drainase yang dipenuhi arus deras akibat hujan. Setelah mengangkat kakinya, korban kembali melakukan hal yang sama. Namun, kali ini ia kehilangan keseimbangan dan langsung terseret arus.
”Saat bermain hujan, korban sempat memasukkan kakinya ke dalam parit lalu mengangkatnya kembali. Namun ketika korban kembali memasukkan kakinya ke parit, ia kehilangan keseimbangan dan langsung terbawa arus yang cukup deras,” ujar Rayhan.
Salah seorang teman korban, Devano, sempat berusaha menarik tubuh Naufal. Namun derasnya arus membuat pegangan tersebut terlepas sehingga korban hanyut.
”Teman korban sudah berusaha memberikan pertolongan, tetapi karena arus cukup kuat korban akhirnya terbawa. Mereka kemudian berusaha mencari korban dan meminta bantuan warga setelah kehilangan jejak,” katanya.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui layanan Call Center 110. Personel Polsek Nongsa menerima laporan dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.50 WIB. Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, Ditpolair Polda Kepri, Satpolair Polresta Barelang, serta masyarakat untuk melakukan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam Dedius Sembiring mengatakan pihaknya menerima informasi dari Polsek Nongsa sekitar pukul 16.35 WIB. Enam personel Rescue Pos SAR Batam kemudian diberangkatkan dengan membawa satu unit rubber boat, Aqua Eye, peralatan selam, senter, dan perlengkapan evakuasi.
Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran drainase yang bermuara ke kawasan belakang Kompleks Ruko Kaliban Trade Center.
Setelah pencarian selama hampir tiga jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
”Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal diduga hanyut dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Dedius.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan dan seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.
Rayhan menambahkan, ayah korban turut membantu proses pencarian di lokasi, sedangkan ibu korban mengalami syok setelah mengetahui musibah tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat hujan deras. Arus air di saluran drainase maupun parit dapat berubah sangat deras dalam waktu singkat dan berpotensi membahayakan keselamatan. (*)
Reporter : YASHINTA – RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
