Buka konten ini

Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya
PADA 1 Juli 2026, Partai Komunis Tiongkok (PKT) memperingati hari jadinya ke-105. Pada tahun 1921, PKT lahir di tengah krisis yang mengancam kelangsungan bangsa. Setelah melalui perjuangan selama 28 tahun, PKT memimpin bangsa Tionghoa mewujudkan kemerdekaan nasional dan pembebasan rakyat, mendirikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta mengakhiri secara menyeluruh sejarah Tiongkok lama sebagai negara semi-kolonial dan semi-feodal.
Setelah berdirinya RRT, PKT memimpin rakyat Tiongkok menyelesaikan revolusi dan pembangunan sosialisme, melaksanakan kebijakan Reformasi dan Keterbukaan, serta membuka jalan sosialisme berciri khas Tiongkok.
Sejak Kongres Nasional PKT ke-18, di bawah kepemimpinan kuat Komite Sentral PKT dengan Xi Jinping sebagai intinya, Tiongkok berhasil mewujudkan Tujuan Perjuangan Seratus Tahun Pertama tepat waktu, membangun masyarakat sejahtera moderat secara menyeluruh, secara historis memecahkan masalah kemiskinan absolut, serta memulai perjalanan baru menuju sasaran pembangunan negara sosialis modern secara menyeluruh.
Bangsa Tionghoa telah mencapai lompatan besar dari bangkit, menjadi makmur, hingga menjadi kuat, sekaligus berhasil menciptakan dua keajaiban pembangunan yang jarang ditemukan di dunia, yaitu perkembangan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial jangka panjang.
Sejarah telah membuktikan bahwa PKT merupakan pilihan rakyat Tiongkok, inti kepemimpinan yang kokoh bagi perjuangan sosialisme berciri khas Tiongkok, sekaligus jaminan fundamental bagi lahir dan berlanjutnya dua keajaiban pembangunan Tiongkok.
Pada peringatan 105 tahun berdirinya PKT ini, saya ingin memperkenalkan kepada para sahabat Indonesia makna dua keajaiban pembangunan Tiongkok serta rahasia di baliknya.
Keajaiban pertama adalah perkembangan ekonomi yang pesat. Sejak dilaksanakannya kebijakan Reformasi dan Keterbukaan, perekonomian Tiongkok telah mencapai perkembangan yang melompat besar. Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat hampir 130 kali lipat, sehingga Tiongkok hanya membutuhkan beberapa dekade untuk menuntaskan proses industrialisasi yang ditempuh negara-negara maju Barat selama ratusan tahun, dan kini menjadi entiti ekonomi kedua terbesar di dunia.
Pada tahun 1978, PDB Tiongkok hanya setara 6,3% dari PDB Amerika Serikat (AS), sementara skala ekonominya hampir sama dengan India. Namun pada tahun 2025, angka tersebut telah meningkat menjadi 64,1% dari PDB AS dan sekitar lima kali lipat PDB India.
Dari sebuah negara agraris yang tertutup dan tertinggal, Tiongkok telah bertransformasi menjadi negara manufaktur terbesar di dunia dan negara perdagangan barang terbesar di dunia. Dari negara bergantung pada impor teknologi, kini Tiongkok terus mencatat berbagai terobosan di bidang-bidang utama seperti kendaraan energi baru, peralatan berteknologi tinggi, pesawat buatan Tiongkok, cip, dan AI.
Perekonomian Tiongkok terus menunjukkan vitalitas yang kuat, bergerak menuju pembangunan yang lebih inovatif dan berkualitas, tidak hanya membawa perubahan besar bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan stabilitas dan kepastian yang sangat berharga bagi pertumbuhan ekonomi dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi Tiongkok terhadap pertumbuhan ekonomi dunia tetap berada di sekitar 30%, sehingga memainkan peranan yang sangat penting dalam menjaga stabilitas perekonomian global.
Keajaiban kedua adalah stabilitas sosial jangka panjang. Sambil mengembangkan perekonomian, PKT berpegang pada konsep pembangunan mengutamakan rakyat, terus memperkuat tata kelola sosial, mendorong keadilan dan kesetaraan sosial, serta menjaga kemakmuran dan stabilitas negara dalam jangka panjang. Dari sisi politik, tingkat kepercayaan masyarakat Tiongkok terhadap Partai dan pemerintah tetap berada pada peringkat yang tinggi.
Menurut Edelman Trust Barometer 2023, tingkat kepercayaan masyarakat Tiongkok terhadap pemerintah menempati peringkat pertama di dunia berturut-turut, mencapai 89% pada 2023, jauh melampaui rata-rata global sebesar 52%. Dari sisi keamanan publik, Tiongkok merupakan salah satu negara dengan tingkat kriminal terendah dan rasa aman masyarakat tertinggi di dunia.
Stabilitas politik, persatuan bangsa dan ketenteraman sosial dapat dirasakan di seluruh masyarakat. Dalam bidang kesejahteraan rakyat, Tiongkok telah membangun sistem pendidikan, jaminan sosial, dan layanan kesehatan dengan skala terbesar di dunia. Pada tahun 2024, angka harapan hidup rata-rata penduduk Tiongkok mencapai 79 tahun, mendekati angka 79,46 tahun di AS.
Jika meninjau sejarah perkembangan peradaban manusia, hanya Tiongkok yang mampu menciptakan keajaiban perkembangan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial jangka panjang dalam kurun waktu yang singkat. Banyak pemimpin dan akademisi dari berbagai negara ingin mengetahui rahasia di balik keberhasilan tersebut.
Pertama, kebijakan yang stabil. PKT pandai menggabungkan tujuan jangka panjang dengan perencanaan jangka menengah dan pendek, menyusun perencanaan secara ilmiah serta mendorong pelaksanaannya secara bertahap sehingga berbagai tujuan pembangunan dapat dicapai satu demi satu. Sejak tahun 1953, Tiongkok secara berturut-turut menyusun Rencana Lima Tahun untuk Perkembangan Ekonomi dan Sosial Nasional, yang sepenuhnya mencerminkan keunggulan nyata kepemimpinan Partai dan sistem sosialisme berciri khas Tiongkok.
Kedua, Pendidikan yang merata. Pendidikan merupakan fondasi penting bagi kebangkitan bangsa dan kemajuan masyarakat. PKT menempatkan pendidikan sebagai prioritas strategis dalam pembangunan negara. Undang-undang Tiongkok telah menetapkan bahwa belanja fiskal pemerintah untuk pendidikan secara konsisten di atas 4% dari PDB, dan dana untuk bidang pendidikan terus meningkat setiap tahun.
Sejak diterapkannya kebijakan pendidikan wajib sembilan tahun pada tahun 1986 hingga diberlakukannya pendidikan wajib bebas biaya pada tahun 2007, kini angka partisipasi pendidikan wajib di Tiongkok mendekati 96%, sementara tingkat buta huruf hanya 2,67%. Jumlah penduduk Tiongkok yang menerima pendidikan tinggi telah mencapai 250 juta orang, terbesar di dunia. Pada tahun 2025, proporsi talenta sains dan teknologi tingkat tinggi Tiongkok mencapai hampir 28% dari total dunia, menempati peringkat pertama secara global.
Ketiga, kedepanan infrastruktur. Di Tiongkok terdapat pepatah, “Jika ingin menjadi makmur, bangunlah jalan terlebih dahulu.” Tiongkok telah membangun jaringan transportasi modern yang terdepan di dunia, yang menjadi mesin penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pada tahun 2025, panjang jalur kereta cepat Tiongkok telah beroperasi melampaui 50.000 kilometer, melebihi total gabungan seluruh negara lain di dunia. Panjang jaringan MRT kota-kota Tiongkok mencapai 11.000 kilometer. Sembilan dari sepuluh kota yang memiliki jaringan MRT terpanjang di dunia berada di Tiongkok.
Sementara itu, panjang jalan tol yang telah beroperasi di Tiongkok mencapai 191.000 kilometer, mencakup 99% kota yang berpenduduk lebih dari 200 ribu jiwa.
Keempat, keterbukaan kepada luar negeri. Keterbukaan merupakan langkah kunci bagi pembangunan Tiongkok. Melalui kebijakan keterbukaan, Tiongkok berhasil menarik modal, teknologi dan pengalaman manajemen dari berbagai negara, menciptakan ratusan juta lapangan kerja, sekaligus memberikan dorongan kuat bagi reformasi di berbagai bidang di dalam negeri.
Pangsa perdagangan barang Tiongkok terhadap total perdagangan dunia meningkat dari 0,8% pada tahun 1978 menjadi sekitar 18% pada tahun 2025, dengan nilai perdagangan tumbuh 22 kali lipat, serta menempati peringkat pertama di dunia selama sembilan tahun berturut-turut.
Sebagai mitra dagang terbesar bagi lebih dari 150 negara dan kawasan, di tengah meningkatnya unilateralisme dan proteksionisme dalam dunia ini, Tiongkok tetap berkomitmen memperluas keterbukaan secara proaktif.
Skala impornya telah menempati peringkat kedua dunia selama 17 tahun berturut-turut, serta menerapkan kebijakan tarif nol bagi 63 negara. Sementara itu, “tiga produk baru” (kendaraan energi baru, produk fotovoltaik, dan baterai litium) turut memberikan kontribusi penting bagi transformasi hijau di tingkat global.
Tiongkok merupakan negara berkembang terbesar sekaligus negara dengan jumlah penduduk besar di dunia. Keberhasilan Tiongkok dalam mengatasi masalah sandang dan pangan bagi lebih dari 1,4 miliar penduduk, serta mewujudkan pembangunan negara dan kemajuan sosial, bertumpu pada keberhasilannya menemukan jalan pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasionalnya sendiri.
Berpijak pada titik awal baru peringatan 105 tahun berdirinya PKT sedang memimpin rakyat Tiongkok dengan penuh semangat untuk mencapai Tujuan Perjuangan Seratus Tahun Kedua, yaitu membangun negara sosialis modern yang kuat secara menyeluruh.
Tahun 2026 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030). Tiongkok akan terus menjadikan pembangunan berkualitas tinggi sebagai tema utama, menjadikan reformasi dan inovasi sebagai penggerak fundamental, dengan teguh mendorong keterbukaan tingkat tinggi, serta terus menulis babak baru bagi dua keajaiban pembangunan Tiongkok.
Tiongkok berpegang teguh pada prinsip bahwa “bunga yang mekar sendirian tidaklah berarti datangnya musim semi, sedangkan seratus bunga yang bermekaran bersama-sama akan memenuhi dunia dengan musim semi.”
Tiongkok siap bersama Indonesia melanjutkan persahabatan tradisional, memperdalam kerja sama strategis, bergandengan tangan memajukan modernisasi yang berciri khas masing-masing negara, serta mendorong pembangunan Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok–Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. (*)
